• Login
Bacaini.id
Wednesday, April 29, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

10 Hektar Lahan Cabai Kena Patek, Petani Kediri Panen Dini

ditulis oleh Editor
9 June 2022 19:32
Durasi baca: 2 menit
Petani mencabuti tanaman cabai yang mati di lahan miliknya. Foto: Bacaini/Darman

Petani mencabuti tanaman cabai yang mati di lahan miliknya. Foto: Bacaini/Darman

Bacaini.id, KEDIRI – Mahalnya harga cabai ternyata tidak membawa untung pagi petani cabai di Kabupaten Kediri. Petani justru merugi akibat gagal panen setelah tanaman cabai mereka terserang penyakit patek.

Bahkan, sebagian tanaman cabai terpaksa dicabut dan diganti dengan tanaman palawija. Tak hanya itu, gagal panen petani cabai ini juga berimbas pada melambungnya harga cabai di pasaran. Selain diserang penyakit, cuaca hujan yang masih terjadi juga menjadi penyebab gagal panen.

Ketua Kelompok Tani Rahayu Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Ida Rohmatin Nisa mengatakan di desanya terdapat 10 hektar lahan cabai yang rusak parah akibat serangan penyakit patek.

“Buah cabai muda itu membusuk, tangkainya mengering dan tanamannya mati,” kata Ida kepada Bacaini.id, Kamis, 9 Juni 2022.

Akibat penyakit ini, lanjutnya, 90 persen hasil panen busuk. Dari 100 kilogram cabai yang berkualitas baik hanya satu kilogramnya saja. Saat ini, petani mengaku mengalami kerugian akibat gagal panen.

“Padahal petani telah mengeluarkan modal antara Rp7,5 juta untuk lahan seluas 1.750 meter,” ujarnya.

Meski petani sudah berupaya dengan memberikan berbagai macam obat, namun serangan penyakit patek masih terus terjadi. Agar tidak meluas dan lebih banyak merugi, sebagian petani melakukan panen dini.

“Petani terpaksa mencabut tanaman cabai dan menggantinya dengan tanaman palawija seperti jagung, kacang juga rumput gajah untuk pakan ternak mereka,” tandasnya.

Sementara itu, Umi Sa’diah, salah satu petani cabai mengaku memanen dini buah cabai agar tidak banyak merugi. Disebutkannya, ditingkat petani, cabai hijau dijual dengan harga Rp30 ribu, sedang di pasaran tembus hingga Rp60 ribu perkilogramnya.

“Untuk cabai merah kualitas baik, ditingkat tengkulak saat ini sudah Rp80 ribu perkilogramnya, memang segitu sekarang. Kita berharap serangan penyakit patek ini segera tertangani biar kita tidak rugi,” harapnya.

Penulis: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Cabai mahalpetani cabai kediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Romy Soekarno reses PDIP Blitar Gen Z 2029

Romy Soekarno Targetkan PDIP Jadi Partai Anak Muda, Bidik 52% Pemilih Gen Z di Pemilu 2029

RUPST Bank BJB 2025 di Bale Pakuan Bandung

RUPST Bank BJB 2025: Susi Pudjiastuti Masuk Komisaris, Dividen Rp900 Miliar Dibagikan

dugaan pungli lapas blitar kamar d1 napi korupsi petugas keamanan

Napi Korupsi di Lapas Blitar Dipungli Rp60 juta untuk Kamar Tamping

  • Aktivis PMII Blitar Raya dampingi warga terdampak limbah

    Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jembatan Cangar Kembali Jadi Lokasi Bunuh Diri, Efek Werther di Media Sosial Disorot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In