Bacaini.ID, KEDIRI – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menjadi narasumber dalam webinar bertajuk “Kartini: Spirit in Action”, yang digelar secara daring, Kamis (16/04/2026). Webinar ini diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur. Wali Kota mengangkat tema Perempuan Berdaya, Berkarya, dan Berdampak Nyata.
Dalam paparannya, Mbak Wali menegaskan bahwa kesetaraan gender bukan sekadar isu sosial, melainkan fondasi penting pembangunan. Perempuan memiliki kontribusi besar, mulai dari membentuk generasi masa depan hingga berperan dalam sektor kesehatan, ekonomi, dan pengambilan keputusan. “Perempuan adalah pintu pertama lahirnya generasi unggul. Perannya sangat strategis dalam menentukan kualitas pembangunan,” ujarnya.
Secara demografis, jumlah perempuan di Kota Kediri lebih banyak dibanding dengan laki-laki dan didominasi usia produktif. Hal ini menjadi potensi besar dalam mendorong pembangunan yang inklusif. Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Kediri tahun 2025 tercatat 96,36 dan meraih peringkat kelima di Jawa Timur. Meski demikian, masih terdapat tantangan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Untuk itu, Pemerintah Kota Kediri terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan perempuan. Mulai dari peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, penguatan keterampilan, hingga perlindungan perempuan melalui layanan terpadu.
Di bidang kesehatan, berbagai upaya dilakukan seperti pendampingan ibu hamil, penguatan ASI eksklusif, optimalisasi posyandu, hingga layanan aduan Lapor Mbak Wali 112 dan penyediaan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak. Selain itu, Pemkot Kediri bersama TP PKK juga menginisiasi program Sekolah Remaja Sehari (Prameswati) serta Sekolah Orang Tua Hebat bekerja sama dengan BKKBN. Di sektor pendidikan, tersedia beasiswa Mitra Mapan dan bantuan sosial pendidikan bagi masyarakat, khususnya perempuan.
Untuk mendorong perempuan berkarya, Pemkot Kediri memberikan pendampingan melalui berbagai program, seperti urban farming, pelatihan kewirausahaan bagi perempuan kepala keluarga (PEKKA), klinik UMKM, serta akses permodalan melalui Kredit Usaha Mapan (Kumapan).
Di sektor pemerintahan, keterwakilan perempuan juga terus meningkat. Saat ini, perempuan menempati sejumlah posisi strategis, baik di tingkat kepala OPD, kelurahan, hingga jabatan penjabat Sekretaris Daerah. Keterwakilan perempuan di legislatif mencapai 26,67 persen, sementara di eksekutif sebesar 41 persen.
Wali Kota termuda menambahkan, kontribusi perempuan turut berdampak pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri yang pada tahun 2025 mencapai 82,71 dengan status sangat tinggi. “Perempuan adalah pilar bangsa dan negara. Investasi yang diharapkan mendukung seluruh sektoe berbangsa dan bernegara. Perempuan harus berpendidikan tinggi, mendapat layanan kesehatan yang baik, mendapat perlindungan, dan diberi kesempatan seluas-luasnya,” ungkapnya.
Menutup paparannya, Wali Kota mengajak seluruh perempuan untuk berani memulai dan mengambil peran. “Kartini tidak menunggu zaman berubah. Ia memulai perubahan. Hari ini kita semua adalah Kartini dengan cara kita masing-masing,” pesannya.
Dalam webinar ini, diisi opening speech oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Ramliyanto. Lalu narasumber lain, Kepala Biro SDM, Organisasi dan Hukum Kementerian PAN RB Sri Rejeki, serta Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) R.Siti Zuhro.





