Bacaini.ID, JEMBER- Pemerintah Kabupaten Jember mulai memperkuat pendampingan terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing di tengah perkembangan pasar digital.
Transformasi pola pemasaran menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena banyak pelaku UMKM lokal masih bergantung pada penjualan konvensional dengan jangkauan pasar yang terbatas.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil di daerah.
Menurutnya, digitalisasi pemasaran menjadi peluang besar bagi UMKM untuk memperluas pasar tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang terlalu besar.
“UMKM harus berani naik kelas dan mulai memanfaatkan pemasaran digital,” ujarnya, Selasa (13/5/2026).
Melalui sejumlah program pembinaan dan pelatihan, Pemkab Jember mulai mendorong pelaku usaha memahami strategi pemasaran online, pengemasan produk, hingga penguatan identitas merek lokal.
Selain pemasaran digital, pemerintah daerah juga memberi perhatian terhadap kualitas produk agar mampu bersaing dengan produk dari luar daerah.
Pemkab menilai sektor UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat karena menyerap tenaga kerja dan menjadi sumber penghasilan keluarga.
Karena itu, penguatan UMKM menjadi salah satu fokus pembangunan ekonomi daerah dalam beberapa waktu terakhir.
Pemerintah daerah juga mulai membuka peluang kolaborasi antara pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan sektor swasta untuk memperluas akses pasar produk lokal Jember.
Menurut Fawait, produk lokal Jember memiliki potensi besar apabila dibarengi peningkatan kualitas dan strategi promosi yang tepat.
Pemkab berharap penguatan UMKM berbasis digital dapat membantu meningkatkan daya saing usaha masyarakat sekaligus memperluas pertumbuhan ekonomi daerah.(meg/ADV)





