• Login
Bacaini.id
Wednesday, February 11, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Tradisi Megengan, Menjemput Leluhur Yang Telah Wafat

ditulis oleh
10 April 2021 19:35
Durasi baca: 2 menit
Ilustrasi apem. Foto:oyinayashi.blogspot.com

Ilustrasi apem. Foto:oyinayashi.blogspot.com

Bacaini.id, KEDIRI – Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Jawa untuk menyelenggarakan selamatan (megengan) menyambut ramadhan. Megengan berasal dari Bahasa Jawa yang berarti menahan.

Kebiasaan menyelenggarakan megengan ini salah satunya dilakukan umat Muslim di Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Di sini tradisi megengan dilakukan tepat sepekan sebelum ramadhan tiba. Megengan dilakukan dengan membuat kue apem, sehingga sering pula disebut ‘apeman’.

“Menu yang wajib ada saat megengan adalah apem. Banyak juga yang menyebut megengan dengan apeman,” kata Muhadi, Imam Mushoola At-Taqwa Desa Doko kepada Bacaini.id, Sabtu 10 April 2021.

baca ini Milad ke-2 Gus Ab Berharap Masjid Al-Khalid Jadi Ikon Kota Kediri

Apem adalah jajanan tradisional yang dibuat dari tepung beras, santan, telur, dan gula. Bentuknya mirip serabi tetapi lebih tebal. Sejumlah pengamat kuliner menyebut apem adalah makanan dari India.

Untuk perlengkapan megengan, kue apem bersanding dengan jajanan lain seperti pisang, lemper, mendut, dan aneka roti. Tak ada pakem khusus soal menu jajanan ini. Namun apem tak pernah ditinggalkan.

baca ini Peringatan Isra Miraj Masjid Al-Khalid Berlangsung Hikmat

“Dari segi budaya megengan adalah tradisi untuk menjemput leluhur yang sudah pergi lebih dulu atau meninggal. Karena menurut kepercayaan, leluhur yang sudah meninggal akan pulang ke rumah selama bulan Ramadhan,” jelasnya.

Dalam kondisi normal, megengan kerap dilakukan di mushola atau masjid. Tetapi karena masa pandemi hantaran tersebut dikirimkan ke tetangga sekitar. Menurut Muhadi hal itu sama sekali tidak mempengaruhi keabsahan megengan.

Muhadi menjelaskan ‘apeman’ sendiri berasal dari kata Afwan atau Al-Afwa yang memiliki arti ‘maaf’. Maksudnya adalah sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, sesama umat Islam harus saling bersilaturahmi dan memafkan. Biasanya diikuti dengan doa bersama usai sholat Isya berjamaah.

Untuk tahun ini, doa megengan tak hanya teruntuk leluhur yang telah meninggal. Tetapi juga mendoakan agar pandemi segera berakhir.

Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: apemmegenganramadhan
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tanaman hias gantung menghiasi teras rumah sebagai tradisi mempercantik rumah jelang Ramadhan

Tradisi Percantik Rumah Jelang Ramadhan, Ini 4 Tanaman Gantung Paling Digemari

Sidang vonis kasus penganiayaan guru oleh suami anggota DPRD Trenggalek di Pengadilan Negeri Trenggalek

Suami DPRD Arogan Penganiaya Guru di Trenggalek Divonis 6 Bulan Penjara 

Puluhan siswa SD di Tulungagung dirawat akibat keracunan massal menu MBG

‘Tumbal’ MBG Kembali Berjatuhan, 24 Siswa SD di Tulungagung Keracunan Massal

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramalan Shio Hari Ini 5 Februari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In