Bacaini.ID, TRENGGALEK – Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, menyampaikan apresiasi kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas konsistensinya menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di wilayah Kabupaten Trenggalek. Program ini dinilai memberikan dampak nyata bagi percepatan pembangunan, khususnya di daerah pedesaan.
Menurut Syah, kehadiran TMMD sangat membantu pemerintah daerah dalam membuka akses infrastruktur baru yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat. Selain itu, program ini juga dinilai mampu menekan biaya pembangunan dengan hasil yang lebih maksimal.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Tentara Nasional Indonesia yang telah rutin mengadakan TMMD di Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam membantu membuka infrastruktur baru di daerah. Beban pembangunan menjadi lebih ringan karena biayanya bisa ditekan dan hasil proyeknya lebih maksimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan yang merata. Dengan keterlibatan berbagai pihak, pembangunan tidak hanya berjalan lebih cepat, tetapi juga lebih efisien.
Lebih lanjut, Syah mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan TMMD ke-128 ini, pemerintah daerah juga turut mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan tersebut. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp1 miliar.
“Untuk anggaran nanti kita bagi-bagi. Untuk TMMD ini kurang lebih sekitar Rp1 miliar yang kita siapkan,” tambahnya.
Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan fisik seperti pembangunan jalan, penyediaan air bersih, hingga pembangunan rumah warga.
Selain itu, kegiatan nonfisik seperti pemberdayaan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam program TMMD.
Syah berharap, dengan adanya dukungan anggaran dan kolaborasi lintas sektor, manfaat TMMD dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan warga desa.
Program TMMD ke-128 sendiri dipusatkan di Desa Sukorejo dan Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah pedesaan.(abi/ADV)





