• Login
Bacaini.id
Thursday, February 12, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Teladan MH Thamrin, Golongan Kanan yang Dekat Rakyat Jelata

MH Thamrin sejak kecil lebih suka bergaul dengan rakyat jelata ketimbang bermain dengan sesama anak-anak priyayi Jawa

ditulis oleh Editor
26 December 2025 19:35
Durasi baca: 2 menit
mh thamrin

Sosok MH Thamrin (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI — Mohammad Husni Thamrin atau lebih dikenal dengan MH Thamrin. Seorang pemikir sekaligus tokoh pergerakan pra kemerdekaan Indonesia.

Nama Thamrin diperoleh dari ayahnya, Thamrin Moh Tabri yang seorang wedana. Ayah Thamrin Moh Tabri pengusaha Inggris yang beristrikan perempuan pribumi (Indonesia).

Baca Juga: Panas Dingin Hubungan Bung Karno dan Amir Syarifuddin yang Berhutang Nyawa

Lahir 16 Februari 1894 di Batavia (Jakarta), MH Thamrin sejak kecil lebih suka bergaul dengan rakyat jelata ketimbang bermain dengan sesama anak-anak priyayi Jawa.

Pernah bekerja di pemerintahan. Juga di perusahaan pelayaran pengiriman paket kerajaan selama 10 tahun. MH Thamrin mewakili golongan kanan atau golongan kooperasi.

Pada saat itu pergerakan nasional terbelah jadi 2 golongan. Golongan kanan yang biasa disebut kaum loyalis (kooperasi) dan golongan kiri atau non kooperasi dengan sikap oposisi.

MH Thamrin merupakan lawan tangguh dalam berdebat buat Amir Sjarifuddin yang mewakili kelompok kiri yang saat itu lagi moncer-moncernya.

Baca Juga: Pilih Pemerintahan Soekarno-Hatta atau Musso-Amir, Sebuah Sejarah Kelam Indonesia

Pada tahun 1927 MH Thamrin ditunjuk sebagai anggota Volksraad (Dewan Rakyat). Posisi yang sebelumnya ditawarkan kepada HOS Tjokroaminoto dan Dr Soetomo, namun ditolak.

Pada Mei 1939 Thamrin memelopori berdirinya Gabungan Politik Indonesia (GAPI). Persatuan nasional dan penentuan nasib sendiri menjadi salah satu tujuan utamanya.

MH Thamrin menjadi tokoh sentral di GAPI. Begitu juga dengan Amir Sjarifuddin. Amir kemudian memilih minggir setelah berpolemik panjang dengan Thamrin. Ia menarik diri dari GAPI.

“Amir menarik diri atau minggir dari percaturan. Langkah ini dilakukannya sesudah terjadi polemik panjang dan ramai dengan Thamrin,” demikian dikutip oleh Bacaini.id dari buku Mencari Kiri, Kaum Revolusioner Indonesia dan Revolusi Mereka Jumat (26/12/2025).

MH Thamrin Wafat

Pada tahun 1941 pemerintah Kolonial Belanda mencurigai MH Thamrin telah menjalin hubungan dengan Jepang yang merupakan lawan Sekutu dalam Perang Dunia II.

Sejumlah polisi rahasia Belanda (PID) menggeledah paksa rumahnya. Thamrin dalam kondisi sakit diperlakukan secara kasar. Protesnya atas perlakuan kasar tidak diindahkan oleh para PID.

Baca Juga: Mengenang Soe Hok Gie Sebagai Sejarawan yang Jernih

Polisi Belanda kemudian menjaga ketat rumahnya. Ia dan keluarganya dilarang meninggalkan rumah tanpa seizin polisi. Pada 11 Januari 1941 MH Thamrin wafat setelah mengalami serangan jantung.

Ia dimakamkan di TPU Karet Bivak Jakarta. Pada 28 Juli 1960 Pemerintahan Soekarno menganugerahi MH Thamrin sebagai pahlawan nasional.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: sosok mh thamrin
Via: mh thamrin
Tags: Amir Sjarifuddinbacaini.idSEJARAHsosok mh thamrin
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Tugas PDIP Kota Blitar yang Diemban Yudi Meira-bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi agen KGB dan GRU beroperasi di Indonesia era Orde Baru dengan latar gedung pemerintahan dan militer

Sepak Terjang Agen Soviet di Orde Baru: KGB Menyusup ke Militer hingga MPR

Presiden Prabowo Subianto menerima permohonan audiensi dari lima pengusaha nasional di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Selasa malam, 10 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres/Istimewa

Ini Pembahasan Presiden Prabowo dengan Konglomerat Kakap

UNICEF

BEM UGM Surati UNICEF Usai Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT

  • Suasana sidang di Pengadilan Negeri Sleman saat majelis hakim membacakan vonis 8–10 tahun penjara kepada tujuh terdakwa kasus pengeroyokan terduga klitih

    Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In