• Login
Bacaini.id
Monday, July 13, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Takut Kembali ke Rumah Sakit, Lansia di Pakusari Pilih Bertahan dengan Benjolan di Perutnya

ditulis oleh Redaksi
13 July 2026 17:44
Durasi baca: 2 menit
Kondisi Nenek Nidhi (75) dengan benjolan di perut saat diperiksa pihak Puskesmas Pakusari.

Kondisi Nenek Nidhi (75) dengan benjolan di perut saat diperiksa pihak Puskesmas Pakusari.

Bacaini.ID, JEMBER – Trauma setelah menjalani operasi usus buntu enam tahun lalu membuat Nidhi, 75 tahun, memilih menjauh dari fasilitas kesehatan. Meski benjolan di perutnya terus membesar dan tekanan darahnya sempat mencapai 180 mmHg, warga Dusun Gempal, Kecamatan Pakusari, itu lebih memilih bertahan di rumah daripada kembali ke puskesmas atau rumah sakit.

Jarak rumah Nidhi ke Puskesmas Pakusari sebenarnya tidak jauh, hanya terpaut satu dusun. Namun pengalaman menjalani operasi pada masa pandemi Covid-19 pada 2020 masih membekas. Sejak saat itu, ia selalu dihantui ketakutan tidak bisa pulang lagi jika harus dirawat.

Kondisi ekonomi dan keterbatasan fisik membuat perempuan lanjut usia itu hanya mengandalkan layanan Posyandu Lansia yang berada dekat rumahnya. Ia juga menolak datang ke puskesmas, kecuali jika dijemput petugas kesehatan.

“Saya tidak pusing, hanya merasa bagian perut terasa berat sejak menjalani operasi,” katanya dalam bahasa Madura saat dikunjungi tim Puskesmas Pakusari pada Senin (13/7/2026) siang.

Kepala Puskesmas Pakusari, dr. Dian Aliyatul Uliyah, mengatakan trauma pascaoperasi menjadi alasan utama pihaknya memilih mendatangi rumah Nidhi melalui layanan home care.

“Sejak operasi pada 2020 beliau enggan datang ke fasilitas kesehatan. Karena itu kami yang mendatangi rumahnya agar tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang menjadi haknya,” kata dr Dian.

Menurut dr Dian, benjolan di perut Nidhi sudah semakin membesar dalam tiga tahun terakhir. Meski tidak disertai rasa nyeri, petugas sempat menyarankan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit. Namun, Nidhi kembali menolak.

“Kemungkinan beliau masih trauma. Karena itu kami terus melakukan pendekatan secara bertahap sambil memantau kondisinya,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan di rumah, kondisi makan, minum, dan aktivitas dasar Nidhi masih tergolong baik. Keluhan utama yang menjadi perhatian tenaga kesehatan justru tekanan darah tinggi.

Setelah rutin mendapatkan pengobatan, keluhan pusing yang sebelumnya dialami kini berangsur hilang. Sementara rasa berat di bagian perut diduga berkaitan dengan benjolan bekas operasi yang masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Puskesmas Pakusari berharap Nidhi bersedia menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan agar penanganannya lebih optimal.
“Peralatan di puskesmas tentu lebih lengkap. Kami juga siap menjemput beliau apabila sudah bersedia datang,” tegas Dian.

Bagi Puskesmas Pakusari, kisah Nidhi menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan tidak selalu menunggu pasien datang. Bagi kelompok rentan seperti lansia dengan keterbatasan mobilitas, layanan jemput bola melalui kunjungan rumah menjadi cara agar mereka tetap memperoleh hak atas pelayanan kesehatan yang layak.(meg/ADV)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kondisi Nenek Nidhi (75) dengan benjolan di perut saat diperiksa pihak Puskesmas Pakusari.

Takut Kembali ke Rumah Sakit, Lansia di Pakusari Pilih Bertahan dengan Benjolan di Perutnya

Ilustrasi jaringan listrik PLN. Foto: istimewa

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tidak Naik

Croissant viral dengan topping Fat Choy berwarna hitam yang menyerupai rambut dan ramai diperbincangkan di media sosial

Viral Croissant Mirip Rambut Kemaluan, Pakai Fat Choy Simbol Kekayaan Imlek

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In