• Login
Bacaini.id
Tuesday, July 21, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Tak Cukup Modal, Kementerian UMKM Ubah Strategi Pendampingan dengan Pendekatan Ekosistem

ditulis oleh Redaksi
21 July 2026 18:51
Durasi baca: 2 menit

Bacaini.ID, JEMBER – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai mengubah pola pemberdayaan pelaku usaha. Pemerintah tak lagi hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi menggabungkannya dengan perluasan akses pasar agar UMKM bisa tumbuh berkelanjutan.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Riza Damanik, mengatakan perubahan pendekatan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar pemberdayaan UMKM tidak lagi dilakukan secara terpisah antarinstansi.

Menurutnya, akses pembiayaan dan akses pasar merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
“Memberikan pembiayaan tanpa membuka akses pasar justru bisa menjadi masalah. Pelaku usaha mendapat modal, tetapi tidak bisa menjual produknya sehingga kesulitan mengembalikan pinjaman,” ujarnya saat menghadiri Festival Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Usaha Mikro di Kabupaten Jember pada Selasa (21/7/2026) siang.

Sebaliknya, kata Riza, pelaku UMKM yang memiliki permintaan pasar tinggi tetapi tidak memperoleh akses pembiayaan juga akan kesulitan memenuhi kebutuhan produksi karena keterbatasan modal.

Karena itu, pemerintah memilih membangun ekosistem usaha yang menghubungkan berbagai kebutuhan pelaku UMKM dalam satu layanan terpadu.

“Kami tidak lagi ingin pemberdayaan UMKM berjalan sendiri-sendiri. Pendekatannya sekarang adalah ekosistem, sehingga pembiayaan, pemasaran, pelatihan, hingga pendampingan bisa saling mendukung,” katanya.

Salah satu implementasi strategi tersebut diwujudkan melalui Festival Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Usaha Mikro yang tahun ini digelar di 10 provinsi, termasuk Jawa Timur dengan Kabupaten Jember sebagai lokasi pelaksanaan.

Dalam festival itu, pelaku UMKM dapat mengakses berbagai layanan pemerintah di satu tempat, mulai dari konsultasi legalitas usaha, akses pembiayaan, pendampingan kewirausahaan, hingga informasi pengembangan pasar.

Menurut Riza, model pelayanan terpadu seperti itu diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan usaha mikro sekaligus meningkatkan produktivitas pelaku UMKM.

“Pemerintah ingin memastikan pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga memiliki peluang memperluas pasar sehingga usahanya benar-benar berkembang,” ujarnya.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan pemerintah daerah siap mendukung konsep tersebut melalui penguatan program pemberdayaan UMKM di tingkat lokal.

Ia mengatakan Pemkab Jember akan memperkuat pendampingan usaha, mulai dari penyediaan sarana produksi, pelatihan keterampilan, hingga membuka akses pembiayaan melalui lembaga keuangan.

Menurutnya, pengembangan UMKM menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi angka kemiskinan.

“Kami ingin pelaku UMKM di Jember tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar naik kelas. Karena itu, pemerintah akan terus mendampingi mereka, mulai dari pelatihan, bantuan peralatan, akses permodalan, sampai memperluas jaringan pemasaran,” kata Bupati Fawait.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat sehingga UMKM dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. (meg/ADV)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Grafik penurunan indeks kebebasan akademik Indonesia sebesar 56 persen sepanjang 2015-2025 berdasarkan data V-Dem Institute

Indeks Kebebasan Akademik Indonesia Turun 56 Persen, Alarm Kampus

Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

Prabowo Bongkar Modus Penjualan Sawit dari 15.000 menjadi 27.000

Apresiasi untuk Inovasi Gus Fawait, Mulai Bunga Desaku, Beasiswa Pendidikan, hingga Homecare

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In