• Login
Bacaini.id
Tuesday, March 10, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Supersemar dan Alasan Sarwo Edhie Berterima Kasih kepada DN Aidit

Aksi demonstrasi KAMI hingga pengepungan istana menjelang terbitnya Supersemar

ditulis oleh Editor
10 March 2026 22:14
Durasi baca: 4 menit
Sarwo Edhie Wibowo saat memimpin operasi militer pasca peristiwa G30S 1965

Sarwo Edhie Wibowo berperan penting dalam penumpasan G30S 1965 dan dinamika politik yang mengarah pada lahirnya Supersemar 11 Maret 1966 (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Lahirnya Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) tidak lepas dari peran penting Sarwo Edhie Wibowo yang merupakan kakek Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sukses memimpin pasukan RPKAD dalam penumpasan Gerakan 30 September 1965, nama Sarwo Edhie Wibowo melambung tinggi, utamanya di depan massa mahasiswa yang tergabung dalam KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia).

Operasinya di Jawa Tengah berhasil gilang gemilang. Para gembong, pengikut dan semua yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), sukses ditumpas. Itu yang membuatnya diundang dalam rapat umum yang digelar KAMI di halaman FKUI pada 10 Januari 1966.

Baca Juga:

  • Supersemar: Sejarah Kesanggupan Soeharto kepada Bung Karno
  • Dalam Pelarian DN Aidit Menulis Surat di Blitar
  • Cerita Ucapan Hari Raya Idul Fitri dari PKI Untuk Umat Islam Indonesia

Sebelum rapat dimulai, Sarwo Edhie disodori oleh massa mahasiswa konsep awal Tritura yang berisi 3 tuntutan: Bubarkan PKI, Susun Kembali Kabinet Dwikora dan Turunkan Harga Sandang Pangan.

“Tritura adalah hati nurani rakyat,” kata Sarwo Edhie seperti dikutip Bacaini.id dari Prisma, di Atas Panggung Sejarah. Dari Sultan ke Ali Moertopo Selasa (10/3/2026).

“Seandainya mahasiswa merasa yakin dengan rumusan tersebut maka saya anjurkan jalan terus. Kalau tidak, ada baiknya pulang saja, sebab perjuangan tanpa keyakinan percuma saja dilakukan,” tambahnya.

Sarwo Edhie merasa terhormat diberi kesempatan bicara di depan massa KAMI. Ia menyatakan terima kasih kepada DN Aidit dengan Gestapunya yang telah membuat huru-hara dan akibatnya dapat mempersatukan mahasiswa kembali.

“Biar seribu Aidit, kalau bumi Indonesia subur dengan Pancasila, mereka tidak mungkin melakukan kup. Apalagi satu Aidit. Dan kamu tidak perlu merisaukan Aidit. Biarkanlah dia istirahat di tempat lain,” kata Sarwo Edhie seperti dikutip dari buku Angkatan 66 (1981).

Ketua CC PKI DN Aidit diketahui ditangkap pasukan Brigif 4 Kostrad pada 22 November 1965 di Solo Jawa Tengah. Ia sempat dibawa ke markas Boyolali, namun kemudian dieksekusi di sebuah sumur tua.

Pasukan Liar dan Lahirnya Supersemar

Usai menggelar rapat umum massa KAMI langsung bergerak menyerbu gedung Perguruan Tinggi Ilmu Pengetahuan dan Sekretariat Negara. Massa menyampaikan tuntutan Tritura.

Di depan Waperdam Chaerul Saleh massa KAMI juga menyatakan mogok kuliah sampai tuntutan Tritura dipenuhi.

Pada 15 Januari 1966 massa KAMI mendatangi Istana Bogor untuk mengikuti sidang kabinet yang dipimpin langsung Presiden Soekarno.

Ribuan massa menaiki truk yang disediakan Kepala Staf Kodam Jaya Witono dan Kepala Staf Kostrad Kemal Idris.

Baca Juga:

  • Ribut-ribut Bulan Bintang dan Palu Arit di Malang

Pada 24 Februari 1966 massa KAMI kembali berdemonstrasi di depan istana. Terjadi insiden berdarah yang berasal dari letusan bedil pasukan Cakrabirawa.

Arief Rachman Hakim, seorang demonstran dan juga sekaligus anggota Gerakan Pemuda Marhaenis meninggal dunia. Insiden berdarah memantik aksi demonstrasi semakin membesar.

Massa KAMI membentuk Laskar Arief Rachman Hakim dengan 7 batalyon yang masing-masing batalyon diberi nama sesuai nama 7 perwira yang terbunuh dalam peristiwa 30 September 1965.

Pembentukan laskar Arief Rachman Hakim dilakukan massa KAMI setelah mereka berkonsultasi dengan Sarwo Edhie dan Kemal Idris.

Pada 8 Maret 1966 Laskar Arief Rachman Hakim menyerang dan menduduki Departemen Luar Negeri. Bersama KAPPI menduduki gedung Departemen P dan K serta menyerang Kantor Berita Hsin Hua, Kantor Konsulat China dan Gedung Kebudayaan China.

Sarwo Edhie dan dan Kemal Idris terus mendorong mahasiswa untuk berdemonstrasi, menekan Soekarno dengan tuntutan Tritura.

Dikutip dari Memoar Achmad Kemal Idris, menjelang sidang kabinet, Soeharto memerintahkan Kemal Idris untuk menangkap Subandrio, Waperdam yang merangkap menteri luar negeri.

Kemal Idris menerjunkan 15 prajurit RPKAD tanpa inisial atau tidak dikenal atau pasukan liar untuk mengepung istana.

Pada 11 Maret 1966, sebelum 15 prajurit tanpa inisial itu berangkat, Sarwo Edhie berpesan mereka diizinkan menembak Subandrio, asalkan tidak dalam posisi berdekatan dengan Presiden Soekarno.

Namun operasi itu urung dilakukan. Pangkostrad Umar Wirahadikusuma tiba-tiba memerintahkan Kemal Idris untuk menarik kembali pasukan liarnya.

Sementara mendengar adanya pasukan liar yang mengepung istana, Presiden Soekarno langsung bergegas meninggalkan sidang kabinet bersama Subandrio dan Chaerul Saleh.

Pada 11 Maret 1966 itu kemudian terbit Supersemar atau Surat Perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno kepada Men/Pangad Soeharto yang disusul pembubaran PKI beserta ormas bawahannya.

Sarwo Edhie menyambut kemenangan itu dengan memprakarsai digelarnya pameran (show of force) kekuatan, pawai kemenangan.

Namun saat pasukannya dengan tank-tank yang siap bergerak datang perintah untuk membatalkan show of force. Sarwo Edhie dan pasukannya diperintahkan menempati dan menjaga pos-pos tertentu di Jakarta.

Sarwo Edhie memilih membangkang, menolak perintah dan tetap menggelar pawai kemenangan. Pawai kemenangan berlangsung semarak meski diakuinya sebagai pawai terkacau yang pernah dipimpinnya.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: lahirnya supersemar
Via: supersemar
Tags: DN AiditG 30S 1965politik indonesiasarwo edhie wibowosejarah indonesiasoehartosoekarnosupersemartritura
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Sarwo Edhie Wibowo saat memimpin operasi militer pasca peristiwa G30S 1965

Supersemar dan Alasan Sarwo Edhie Berterima Kasih kepada DN Aidit

pasangan berpegangan tangan yang menunjukkan manfaat sentuhan fisik bagi kesehatan mental

Menyentuh Pasangan Bisa Menyehatkan? Ini Kata Sains

Wujudkan Gerakan ASRI, Pemkab Jember Tertibkan Spanduk hingga Lapak Secara Persuasif

  • Perbaikan jalan rusak di Kabupaten Trenggalek menjelang Lebaran Idul Fitri 2026

    Jalan Rusak di Trenggalek Mulai Diperbaiki Jelang Lebaran Idul Fitri 2026, Pemkab Siapkan Rp95 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Xiaomi 17 & Xiaomi 17 Ultra, Flagship Bertenaga dengan Kamera Leica

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In