• Login
Bacaini.id
Monday, March 16, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sidak Mamin di Tulungagung, Ada Kotoran Tikus dan Belatung

ditulis oleh Editor
13 April 2022 15:55
Durasi baca: 2 menit
Produk susu kemasan penuh belatung yang ditemukan dalam sidak. Foto: Bacaini/Setiawan

Produk susu kemasan penuh belatung yang ditemukan dalam sidak. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung melakukan sidak makanan dan minuman (mamin) di toko ritel, grosir dan swalayan modern. Hasilnya, petugas mendapati mamin yang rusak akibat gigitan tikus hingga susu kemasan yang terdapat belatung.

Kasi Kefarmasian Dinkes Tulungagung, Masduki mengatakan saat melakukan sidak, pihaknya melakukan pengecekan kondisi mamin dalam hal kelayakan konsumsi serta penataan mamin disetiap sarana.

“Dari beberapa mamin yang kami periksa, memang hasilnya sangat mengejutkan. Ada bekas gigitan tikus, ada kotoran tikus, ada juga susu kemasan yang sudah penuh belatung. Artinya, pemilik sarana masih kurang dalam hal pengendalian hama,” terang Masduki usai sidak yang digelar hari ini, Rabu, 13 April 2022.

Seharusnya, lanjut Masduki, produk yang sudah rusak harus segera dipisahkan dan jangan sampai dijadikan satu tempat dengan produk lain. Dijelaskannya, selain mamin yang rusak, pihaknya juga mendapati penataan mamin yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Seperti mamin yang dijadikan satu dengan produk kebersihan dan produk lainya. Selain itu, juga masih banyak sarana yang belum menerapkan first in first out (fifo) pada penjualan produknya.

“Kami sangat menyayangkan dari hasil sidak mamin kali ini. Karena sebelumnya kami juga sudah melakukan pendampingan kepada setiap toko ritel, grosir serta swalayan modern,” sambungnya.

Masduki menambahkan, pihaknya juga menemukan swalayan modern yang masih menjual produk jajanan kinder joy. Petugas langsung meminta kepada pengelola untuk menarik produk tersebut dari etalase swalayan.

“Hal ini kami lakukan berdasarkan perintah dari BPOM, untuk menarik peredaran kinder joy terkait kasus bakteri salmonella,” jelasnya.

Meskipun produk kinder joy yang ditemukan berasal dari India dan bukan berasal dari Belgia, pihaknya tetap meminta pengelola swalayan menarik produk tersebut sebagai antisipasi keamanan konsumsi masyarakat.

“Penarikan ini dilakukan hingga hasil laboratorium keluar. Jadi sifatnya masih sementara,” imbuhnya.

Terkait dengan larangan produk jajanan tersebut, Elly Purwaningsih selaku pengelola swalayan mengaku tidak mendapatkan informasi dari sales dari prduk yang bersangkutan. Meski begitu, Elly tetap mengikuti saran dari Dinkes Tulungagung untuk menarik produk itu dari etalase.

“Stok kami juga sedikit karena minim peminatnya. Hanya ada tiga pak, isinya sekitar 36 buah. Sesuai arahan, kami sudah menarik produk itu,” ujar Elly singkat.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Dinkes Tulungagungsidak makanan minuman
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Evakuasi awak kapal KM Natasya 01 yang tenggelam setelah menabrak karang di perairan Trenggalek

5 Orang Terkatung di Perairan Trenggalek Usai KM Natasya 01 Tabrak Karang

Petugas mengevakuasi potongan tubuh korban di jalur rel kereta api Desa Kepuhrejo Tulungagung

Warga Tulungagung Temukan Ceceran Tubuh di Perlintasan KA

Gedebok pisang yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan sumber serat alami

Manfaat Gedebok Pisang dan Potensi Ekonominya, dari Pangan Sehat hingga Industri Ramah Lingkungan

  • SPPG Blitar tidak memenuhi syarat sanitasi

    Daftar SPPG Nakal di Blitar yang Dihentikan BGN, 46 Lokasi di Kota dan Kabupaten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Gelar Sidang Isbat 19 Maret 2026, Lebaran Berpotensi Beda dengan Muhammadiyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In