• Login
Bacaini.id
Sunday, May 31, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Seni Mengukir Buah Yang Keren di Tulungagung

ditulis oleh Editor
10 June 2022 16:53
Durasi baca: 2 menit
Hasil fruit carving buatan Agus Imantoko. Foto: Bacaini/Setiawan

Hasil fruit carving buatan Agus Imantoko. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Seni mengukir buah mungkin masih asing bagi masyarakat Tulungagung. Bagaimana tidak, di Tulungagagung sendiri palaku seni yang disebut dengan fruit carving ini juga masih terbilang jarang.

Salah satu pelaku seni mengukir buah di Tulungagung adalah seorang pria bernama Agus Imantoko. Warga Keluharan Tretek, Kecamatan Tulungagung itu mengenal dunia fruit carving pada tahun 2012 dari seorang temannya. Saat itu, Agus tengah bekerja sebagai seorang waiters di salah satu restoran.

“Awalnya saya hanya mencoba, kebetulan saya punya background menggambar,” kata Agus ditemui Bacaini.id, Jumat, 10 Juni 2022.

Sebelum mahir dalam fruit carving, dalam setiap usahanya, dia seringkali berhadapan dengan kendala hingga mengalami kegagalan. Dari situlah akhirnya Agus fokus mempelajari kesenian mengukir buah dan akhirnya mampu membuat berbagai macam bentuk ukiran buah.

“Saya tidak pernah mengikuti pelatihan fruit carving. Saya belajar secara otodidak melalui internet dan sharing dengan teman-teman,” akunya.

Menurut Agus, tidak semua buah bisa menjadi media fruit carving, hanya buah tertentu saja seperti melon, semangka, labu dan juga wortel. Untuk membuatnya, cukup berbekal pisau kecil berukuran enam sentimeter dan bisa diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu jam.

“Membuat fruit carving itu, kecepatan menjadi yang terpenting. Kalau ada banyak pesanan, sedangkan ngerjainnya lamban pasti kewalahan,” ungkapnya.

Karena harus cepat, tak jarang tangannya terluka dan bahkan mengalami kram karena proses pembuatan fruit carving cenderung membutuhkan waktu yang cukup lama. Selama ini, dia pernah membuat empat fruit carving dalam waktu satu hari.

“Satu hari buat empat fruit carving itu sudah banyak, tangan ini rasanya sudah tidak karuan. Tangan luka kena pisau sampai kram itu rasanya sudah biasa,” ujar laki-laki kelahiran tahun 1991 itu.

Hampir delapan bulan selama pandemi Covid 19, lanjutnya, orderan fruit carving sangat sepi. Namun, saat ini pesanan sudah mulai ramai lagi. Biasanya, dalam satu bulan, ada satu atau dua pesanan fruit carving yang digarapnya. Untuk harga yang dibandrol cukup bervariatif tergantung tingkat kesulitannya.

“Satu pesanan fruit carving harganya antara Rp150.000 sampai Rp200.000. Model yang paling sulit dan mahal itu fruit carving berbentuk hewan sama bentuk wajah,” imbuhnya.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Fruit Carvingseni mengukir buahSeniman tulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Petis khas Jawa Timur dalam wadah tradisional yang menjadi bumbu legendaris sejak era Majapahit

Sejarah Petis Jawa Timur, Bumbu Warisan Majapahit Sejak Abad ke-10

Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

Latihan squat untuk menjaga kesehatan otot bokong atau glutes

Otot Bokong Ternyata Pengaruhi Umur Panjang, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In