• Login
Bacaini.id
Monday, May 25, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Semut Bisa Omong-omong Ternyata Bukan Fiksi, Ilmuwan Temukan Bukti Ilmiah

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
25 October 2024 13:38
Durasi baca: 2 menit
Semut Bisa Berbicara Ternyata Bukan Fiksi, Ilmuwan Temukan Bukti Ilmiah. (foto ilustrasi/stockcake)

Semut Bisa Berbicara Ternyata Bukan Fiksi, Ilmuwan Temukan Bukti Ilmiah. (foto ilustrasi/stockcake)

Bacaini.ID, KEDIRI – Semut bisa bercakap-cakap ternyata bukan cerita fiksi.

Al Quran surat An-Naml ayat 18-19 juga sudah mengisahkannya, bagaimana Nabi Sulaiman bisa memahami bahasa semut dan binatang lainnya.

Sejumlah ilmuwan baru-baru ini membuktikan peristiwa lampau itu secara ilmiah.

Sebuah studi termutakhir menyatakan bahwa semut berbicara dengan sinyal akustik sebagai bahasa mereka, terutama pada situasi bahaya.

Sementara selama beberapa dekade semut diyakini hanya berkomunikasi melalui feromon, senyawa kimia yang dihasilkan semut untuk membuat jejak.

Feromon berguna untuk mengidentifikasi dari sarang mana semut berasal termasuk status sosialnya. Feromon yang membuat semut bisa berbaris dengan rapi.

Namun belakangan terungkap, selain komunikasi kimia, semut juga memiliki suara dari duri khusus di sepanjang perut yang digesekkan dengan kaki belakang.

Gesekan menghasilkan suara-suara berisik sebagai cara semut berkomunikasi satu sama lain.

Komunikasi melalui suara ini sangat penting untuk kelangsungan hidup semut terutama di saat menghadapi situasi bahaya.

Dikutip dari situs science.org, para peneliti beberapa tahun lalui mulai memperhatikan semut dewasa di beberapa genus semut, seperti Myrmica, yang ditemukan di Eropa dan Asia.

Myrmica terdiri dari 200 spesies berbeda yang mengeluarkan suara berisik.

Studi pendahulu menunjukkan kebisingan yang dibuat berfungsi sebagai sinyal darurat, yang memungkinkan semut berteriak minta tolong saat terancam predator.

Dalam penelitian, para ilmuwan yang memakai mikrofon ekstra sensitif mampu menangkap sinyal akustik samar tersebut.

Hasilnya menunjukkan semut yang masih berbentuk larva atau kepompong juga mengeluarkan suara ketika terancam atau tidak nyaman, meski sebelumnya sama sekali tidak bersuara.

Sementara kepompong dewasa mengeluarkan suara lebih singkat.
Suara yang diperdengarkan mengundang semut dewasa untuk datang dan bersiaga di sekitar kepompong.

Hal ini menunjukkan bukti semut “bercakap-cakap” satu sama lain dan komunikasi melalui suara itu sangat penting dalam komunitas mereka. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: fiksiilmuwannabi sulaimanomong-omongsemut berbicara
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi teror pocong viral di Jawa Timur yang mengingatkan pada kasus ninja dan kolor ijo

Teror Pocong Masuk Jawa Timur, Mengingatkan Publik pada Ninja hingga Kolor Ijo

Ilustrasi teror pocong. Foto: bacaini by AI

Teror Pocong, Hoaks yang Menjadi Modus Kriminal

Kepiting berjalan menyamping di pasir pantai sebagai hasil evolusi sejak Periode Jura Awal

Terjawab Mengapa Kepiting Berjalan Menyamping

  • Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menjelaskan skema dana hibah KONI Kota Blitar

    Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In