• Login
Bacaini.id
Thursday, January 29, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Semut Bisa Omong-omong Ternyata Bukan Fiksi, Ilmuwan Temukan Bukti Ilmiah

ditulis oleh Editor
25 October 2024 13:38
Durasi baca: 2 menit
Semut Bisa Berbicara Ternyata Bukan Fiksi, Ilmuwan Temukan Bukti Ilmiah. (foto ilustrasi/stockcake)

Semut Bisa Berbicara Ternyata Bukan Fiksi, Ilmuwan Temukan Bukti Ilmiah. (foto ilustrasi/stockcake)

Bacaini.ID, KEDIRI – Semut bisa bercakap-cakap ternyata bukan cerita fiksi.

Al Quran surat An-Naml ayat 18-19 juga sudah mengisahkannya, bagaimana Nabi Sulaiman bisa memahami bahasa semut dan binatang lainnya.

Sejumlah ilmuwan baru-baru ini membuktikan peristiwa lampau itu secara ilmiah.

Sebuah studi termutakhir menyatakan bahwa semut berbicara dengan sinyal akustik sebagai bahasa mereka, terutama pada situasi bahaya.

Sementara selama beberapa dekade semut diyakini hanya berkomunikasi melalui feromon, senyawa kimia yang dihasilkan semut untuk membuat jejak.

Feromon berguna untuk mengidentifikasi dari sarang mana semut berasal termasuk status sosialnya. Feromon yang membuat semut bisa berbaris dengan rapi.

Namun belakangan terungkap, selain komunikasi kimia, semut juga memiliki suara dari duri khusus di sepanjang perut yang digesekkan dengan kaki belakang.

Gesekan menghasilkan suara-suara berisik sebagai cara semut berkomunikasi satu sama lain.

Komunikasi melalui suara ini sangat penting untuk kelangsungan hidup semut terutama di saat menghadapi situasi bahaya.

Dikutip dari situs science.org, para peneliti beberapa tahun lalui mulai memperhatikan semut dewasa di beberapa genus semut, seperti Myrmica, yang ditemukan di Eropa dan Asia.

Myrmica terdiri dari 200 spesies berbeda yang mengeluarkan suara berisik.

Studi pendahulu menunjukkan kebisingan yang dibuat berfungsi sebagai sinyal darurat, yang memungkinkan semut berteriak minta tolong saat terancam predator.

Dalam penelitian, para ilmuwan yang memakai mikrofon ekstra sensitif mampu menangkap sinyal akustik samar tersebut.

Hasilnya menunjukkan semut yang masih berbentuk larva atau kepompong juga mengeluarkan suara ketika terancam atau tidak nyaman, meski sebelumnya sama sekali tidak bersuara.

Sementara kepompong dewasa mengeluarkan suara lebih singkat.
Suara yang diperdengarkan mengundang semut dewasa untuk datang dan bersiaga di sekitar kepompong.

Hal ini menunjukkan bukti semut “bercakap-cakap” satu sama lain dan komunikasi melalui suara itu sangat penting dalam komunitas mereka. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: fiksiilmuwannabi sulaimanomong-omongsemut berbicara
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: istimewa

Menteri Keuangan Mutasi Sejumlah Pejabat Eselon II

Ilustrasi IHSG. Foto: istimewa

Ramai Berita MSCI Picu Anjloknya Saham, Ini Penjelasan Sederhananya

Aurora berwarna merah dan hijau terlihat di langit Eropa akibat badai Matahari Januari 2026

Aurora Muncul di Berbagai Negara, Ini Penjelasan Ilmiah Badai Matahari Januari 2026

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Curhat Ressa di Podcast Denny Sumargo Bikin Publik Berbalik Serang Denada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In