• Login
Bacaini.id
Friday, May 8, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Selain Polisi Tidur dan Patung Polisi, Ada Juga Polisi Wayang

ditulis oleh
24 July 2020 09:36
Durasi baca: 2 menit
Bowo Wicaksono, anggota Polres Kediri saat memainkan wayang kardus bersama anak-anak. Foto: Bacaini

Bowo Wicaksono, anggota Polres Kediri saat memainkan wayang kardus bersama anak-anak. Foto: Bacaini

KEDIRI – Keragaman kosakata tentang polisi makin bertambah. Selain polisi tidur dan patung polisi yang viral dalam humor Gus Dur, kini ada istilah baru, polisi wayang.

Berbeda dengan polisi tidur dan patung polisi yang bisa dijumpai di mana saja, polisi wayang hanya ada di Polres Kediri. Wujudnya juga bukan dari semen, tetapi manusia sungguhan. Pangkatnya lumayan tinggi, Ajun Komisaris Polisi. Dia adalah AKP Bowo Wicaksono, Kapolsek Puncu Polres Kediri.

Di masyarakat Kabupaten Kediri, khususnya anak-anak, AKP Bowo Wicaksono lebih populer disebut polisi wayang. Bukan karena tampilannya yang menyerupai tokoh wayang, tetapi kebiasannya memainkan wayang dari kertas karton membuat anggota polisi ini lekat dengan anak-anak. “Saya memang suka wayang sejak kecil,” kata Bowo kepada Bacaini, Jumat 24 Juli 2020.

Memanfaatkan limbah kertas karton yang dijumpai di sekitar rumah, Bowo membuat pola dan mengguntingnya membentuk sosok wayang. Alih-alih menciptakan tokoh Semar, Janoko, maupun Buto Cakil, Bowo justru menciptakan tokoh baru di luar pakem, yakni anak sekolah dan polisi.

Kertas karton yang digerakkan dengan tali dan penjepit kayu itu adalah wayang anak sekolah dan anggota polisi, lengkap dengan atributnya. Kepiawaian Bowo dalam memainkan wayang mampu menarik perhatian anak-anak untuk menikmati pentas kecilnya.

Cerita yang dimainkan juga sederhana dan mudah difahami anak-anak. Biasanya Bowo mengambil tema seperti cara menyeberang jalan, mengendarai sepeda yang aman, pendidikan lalu lintas, hingga pesan moral untuk patuh pada orang tua dan agama.

Perwira polisi ini juga tak pilih-pilih panggung. Di manapun ada kerumunan anak-anak, Bowo siap membuka kotak wayangnya dan melakukan pertunjukan. Dedikasinya ini bahkan melebihi seniman profesional yang kadang masih terjebak pada kompensasi dan imbalan.

Kepada Bacaini, Bowo berkeinginan untuk bisa memberi bantuan krayon dan buku kepada anak-anak yang bermukim di lereng Gunung Kelud. Di wilayah kerjanya di Desa Puncu, jaringan internet menjadi barang yang langka. Karena itu anak-anak di sana nyaris tak bisa menikmati akses internet untuk mempelajari banyak hal.

“Setiap hari mereka diantar orang tuanya ke desa  yang ada jaringan WiFi demi mendapatkan pelajaran sekolah melalui daring,” kata Bowo.

Saat ini Bowo tengah mengupayakan penyediaan jaringan internet di Desa Puncu untuk membantu kegiatan belajar anak-anak. Selama ini pendidikan mereka masih bergantung pada sekolah tanpa sumber literasi yang lain. (HTW)

 

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: polisipolres kediripolsek puncuwayang
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Tak Ada Internet, Anak Gunung Kelud Belajar di Kantor Polisi – Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Audiensi ALMAS PUMA dengan Pemkab Trenggalek terkait Camat Pule

Camat Pule Trenggalek Dipaksa WFH, Pemkab Tunggu Rekomendasi Mutasi dari BKN

Tampilan aplikasi Friendster terbaru di iPhone dengan konsep media sosial anti algoritma dan desain minimalis

Friendster Kembali Hadir, Media Sosial Anti Algoritma yang Bikin Anak Warnet Nostalgia

Ratusan anggota PSHT Kabupaten Blitar menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Blitar dengan mengenakan pakaian hitam dan membawa poster tuntutan

PSHT Kabupaten Blitar Gelar Aksi Damai, Desak Pemda dan Polisi Tertibkan Kelompok Ilegal

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In