• Login
Bacaini.id
Saturday, May 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Selain Polisi Tidur dan Patung Polisi, Ada Juga Polisi Wayang

ditulis oleh
24 July 2020 09:36
Durasi baca: 2 menit
Bowo Wicaksono, anggota Polres Kediri saat memainkan wayang kardus bersama anak-anak. Foto: Bacaini

Bowo Wicaksono, anggota Polres Kediri saat memainkan wayang kardus bersama anak-anak. Foto: Bacaini

KEDIRI – Keragaman kosakata tentang polisi makin bertambah. Selain polisi tidur dan patung polisi yang viral dalam humor Gus Dur, kini ada istilah baru, polisi wayang.

Berbeda dengan polisi tidur dan patung polisi yang bisa dijumpai di mana saja, polisi wayang hanya ada di Polres Kediri. Wujudnya juga bukan dari semen, tetapi manusia sungguhan. Pangkatnya lumayan tinggi, Ajun Komisaris Polisi. Dia adalah AKP Bowo Wicaksono, Kapolsek Puncu Polres Kediri.

Di masyarakat Kabupaten Kediri, khususnya anak-anak, AKP Bowo Wicaksono lebih populer disebut polisi wayang. Bukan karena tampilannya yang menyerupai tokoh wayang, tetapi kebiasannya memainkan wayang dari kertas karton membuat anggota polisi ini lekat dengan anak-anak. “Saya memang suka wayang sejak kecil,” kata Bowo kepada Bacaini, Jumat 24 Juli 2020.

Memanfaatkan limbah kertas karton yang dijumpai di sekitar rumah, Bowo membuat pola dan mengguntingnya membentuk sosok wayang. Alih-alih menciptakan tokoh Semar, Janoko, maupun Buto Cakil, Bowo justru menciptakan tokoh baru di luar pakem, yakni anak sekolah dan polisi.

Kertas karton yang digerakkan dengan tali dan penjepit kayu itu adalah wayang anak sekolah dan anggota polisi, lengkap dengan atributnya. Kepiawaian Bowo dalam memainkan wayang mampu menarik perhatian anak-anak untuk menikmati pentas kecilnya.

Cerita yang dimainkan juga sederhana dan mudah difahami anak-anak. Biasanya Bowo mengambil tema seperti cara menyeberang jalan, mengendarai sepeda yang aman, pendidikan lalu lintas, hingga pesan moral untuk patuh pada orang tua dan agama.

Perwira polisi ini juga tak pilih-pilih panggung. Di manapun ada kerumunan anak-anak, Bowo siap membuka kotak wayangnya dan melakukan pertunjukan. Dedikasinya ini bahkan melebihi seniman profesional yang kadang masih terjebak pada kompensasi dan imbalan.

Kepada Bacaini, Bowo berkeinginan untuk bisa memberi bantuan krayon dan buku kepada anak-anak yang bermukim di lereng Gunung Kelud. Di wilayah kerjanya di Desa Puncu, jaringan internet menjadi barang yang langka. Karena itu anak-anak di sana nyaris tak bisa menikmati akses internet untuk mempelajari banyak hal.

“Setiap hari mereka diantar orang tuanya ke desa  yang ada jaringan WiFi demi mendapatkan pelajaran sekolah melalui daring,” kata Bowo.

Saat ini Bowo tengah mengupayakan penyediaan jaringan internet di Desa Puncu untuk membantu kegiatan belajar anak-anak. Selama ini pendidikan mereka masih bergantung pada sekolah tanpa sumber literasi yang lain. (HTW)

 

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: polisipolres kediripolsek puncuwayang
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Tak Ada Internet, Anak Gunung Kelud Belajar di Kantor Polisi – Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Otot Bokong Ternyata Pengaruhi Umur Panjang, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

Samanhudi Anwar duduk di rumahnya di Kota Blitar sambil berbincang mengenai politik dan KONI Kota Blitar

Samanhudi Anwar Never Give Up di Tengah Polemik KONI Kota Blitar

Host live streaming sedang menjual produk dengan gaya komedi

Shoppertainment Meledak di Indonesia, Live Jualan Kocak Jadi Mesin Uang Baru

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In