• Login
Bacaini.id
Wednesday, June 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sekda Sidoarjo Minta Maaf, Publik: Tak Semudah Itu

Sekda Sidoarjo, Fenny Apridawati minta maaf atas viralnya bukber mewah bertema Bollywood. Publik justru gagal fokus dengan jejak rekamnya dan meminta aparat mengusut kekayaannya.

ditulis oleh Redaksi
13 March 2026 23:06
Durasi baca: 4 menit
Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati dalam balutan busana India. Foto: IG@sambatdarjo

Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati dalam balutan busana India. Foto: IG@sambatdarjo

Bacaini.ID, SIDOARJO – Sebuah permintaan maaf akhirnya terucap dari Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, SKM., M.Kes. Perempuan kelahiran Surabaya, 13 April 1968 ini viral setelah video dan foto buka puasa bersama (bukber) jajaran Pemkab Sidoarjo dengan tema Bollywood menuai badai kritik di media sosial.

Pesta yang digelar mewah di Surabaya itu dinilai tidak sensitif dan kontras dengan keluhan warga Sidoarjo, terutama soal kondisi jalan rusak yang telah memakan korban jiwa.

baca ini: Keterlaluan Pemkab Sidoarjo Membuat Acara Bukber Mewah Tema Bollywood

Permintaan maaf itu menjadi babak baru dalam sorotan publik terhadap Fenny, seorang birokrat karier yang kini menduduki posisi puncak ASN di Sidoarjo sebagai Sekda. Namun, siapakah sebenarnya sosok di balik busana saree glamor yang memicu amarah warganet itu?

Ironi di Mahabarata Palace

Jumat, 6 Maret 2026. Di Mahabarata Palace, Graha Unesa, Surabaya, puluhan pejabat eselon II dan camat se-Kabupaten Sidoarjo berkumpul untuk acara Rapat Koordinasi dan Buka Puasa Bersama.

Namun, ini bukan sekadar rapat biasa. Ruangan disulap dengan dekorasi megah, pencahayaan glamor, dan alunan musik khas India. Para pejabat, termasuk Fenny Apridawati, tampil mentereng dalam balutan busana saree warna-warni, seolah menjadi bintang dalam sebuah film Bollywood.

Foto dan video kemewahan itu dengan cepat menyebar di media sosial pada Kamis, 12 Maret 2026, dipicu oleh unggahan akun-akun lokal seperti @sambatdarjo. Konten tersebut langsung menjadi bahan perbincangan, namun bukan pujian yang datang, melainkan hujatan.

Warganet membandingkan ironi tersebut dengan kondisi nyata di Sidoarjo. “Wes a, diterusno ta gak urip nang darjo, iki pejabat e koyok ngene (Sudahlah, mau diteruskan atau tidak hidup di Sidoarjo, pejabatnya saja seperti ini),” tulis seorang warganet, menyuarakan kepasrahan.

Kritik itu beralasan. Beberapa hari sebelum video itu viral, publik Sidoarjo tengah menyoroti insiden kecelakaan di Jalan Lingkar Timur Km 12 yang diduga akibat jalan berlubang dan menelan korban jiwa. Kontras antara penderitaan warga di jalanan dengan kemewahan pejabat di ruang pesta menjadi pemantik utama kemarahan publik.

Permohonan Maaf dan Klarifikasi

Menghadapi badai kritik, Fenny Apridawati akhirnya angkat bicara. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Fenny menegaskan bahwa acara tersebut murni inisiatif internal dan sama sekali tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Acara tersebut murni merupakan inisiatif internal yang sama sekali tidak membebani dana APBD,” ujar Fenny dalam klarifikasinya. Ia menyebut dana berasal dari sumber pribadi dan gotong royong para pejabat yang hadir.

Tentu saja penjelasan itu tidak serta merta diterima publik. Dari pengamatan interior acara, menu makanan, dan sewa tempat acara tersebut, dipastikan acara itu bukan bukber yang murah. Apalagi patungan para ASN seperti yang disampaikan Fenny.

Karena itu aparat penegak hukum didesak menyelidiki Fenny, terlebih ia pernah menjadi saksi di KPK saat Bupati Sidoarjo menjadi tersangka KPK.

Sosok Fenny Apridawati

Terlepas dari kontroversi ini, Fenny Apridawati adalah seorang birokrat dengan rekam jejak panjang di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Wanita kelahiran Surabaya, 13 April 1968, ini merupakan lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga yang kemudian melanjutkan studi magister di almamater yang sama.

Sebelum dilantik menjadi Sekda Sidoarjo pada awal 2024, kariernya menanjak melalui berbagai posisi strategis, seperti Kepala Dinas Kesehatan periode 2020 – 2023, Kepala Dinas Tenaga Kerja periode 2019 – 2020, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Di luar birokrasi, Fenny juga tercatat sebagai dosen di Unair dan UNESA. Ia adalah istri dari Drs. H. Pipik Ruswandi, seorang pengusaha yang bergerak di berbagai bidang konstruksi, kesehatan yang terafilisasi dengan PT Prasasti Dwimitra, Eks Rekanan/Karyawan Roche, termasuk konstruksi dan properti yang terafiliasi dengan PT Bali Griya, PT Ecolo Daya Enegeri.

Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua orang anak, seorang perwira polisi lulusan Akpol, dan seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Unair.

Kontroversi pesta Bollywood ini bukanlah kali pertama Fenny menjadi sorotan. Sebagai pejabat publik dengan kekayaan yang dilaporkan dalam LHKPN mencapai Rp 6,5 Miliar (per 2024), gaya hidup keluarganya kerap menjadi perbincangan.

Analisis OSINT sebelumnya juga menyoroti potensi konflik kepentingan terkait jabatan dan bisnis suaminya, serta anomali dalam pelaporan harta kekayaannya.

Berdasarkan penelusuran Bacaini.ID ke portal LHKPN, laporan Fenny cukup memiliki anomali, dari kurun waktu 2019-sekarang tidak nampak signifikan, padahal harga properti, tanah pasti rata-rata naik signifikan setiap tahunnya. Apakah ini salah satu indikasi Fenny tidak jujur?

Kini, permintaan maaf telah disampaikan. Namun, insiden “Sidoarjo Rasa Bollywood” ini telah menjadi pengingat keras bagi para pejabat publik tentang pentingnya menjaga empati dan sensitivitas sosial.

Di era digital yang serba terbuka, setiap tindakan pimpinan akan selalu berada di bawah pengawasan ketat warganya sendiri.

Penulis: Danny Wibisono
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bollywoodbukber mewahKPKpemkab sidoarjosekda sidoarjo
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi gerai Starbucks di Korea Selatan di tengah kontroversi promosi berbasis AI yang memicu boikot publik

Starbucks di Korea Selatan Diboikot Gegara Promo AI Singgung Tragedi Sejarah

Seniman Gunadi menjelaskan proses pembuatan patung Bung Karno setinggi lima meter di Istana Gebang Kota Blitar

Dibalik Patung Baru Soekarno di Blitar, Seniman Gunadi Sebut Karakter Bung Karno Paling Sulit

Warga mengikuti tradisi Baritan dan ritual bulan Suro di wilayah Blitar Jawa Timur

Tradisi Bulan Suro di Blitar: Dari Baritan hingga Larung Sesaji, Masih Dilestarikan Warga

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In