Bacaini.ID, KEDIRI – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kediri dikabarkan menghentikan operasional dapur karena kendala anggaran. Pengelola SPPG mengaku belum menerima anggaran untuk belanja bahan baku dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Keputusan menghentikan layanan MBG ini salah satunya dilakukan oleh SPPG Sambi Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Dalam unggahan di akun Instagramnya, SPPG Sambi Ringinrejo mengumumkan jika layanan MBG berhenti mulai hari ini, Senin, 8 Juni 2026. Berikut isi pesannya:
Dengan berat hati kami informasikan bahwa operasional dan distribusi MBG dihentikan sementara mulai senin, 8 juni 2026 hingga waktu yg belum dapat di tentukan, Karena belum turunnya DANA BANTUAN PEMERINTAH (banper)
informasi lebih lanjut akan kami sampaikan apabila terdapat perkembangan terbaru.
Informasi yang dihimpun Bacaini.ID dari pengelola dapur, beberapa hari lalu melalui pertemuan zoom meeting, BGN memastikan jika pencairan anggaran program MBG pada seluruh SPPG di Indonesia akan dilaksanakan top up dana Banper pada hari Jumat, 5 Juni 2026.
“BGN memastikan bahwa tidak ada kendala dalam pencairan pelaksanaan MBG di lapangan,” tulis Karo Umum dan Keuangan BGN, Lili Khamiliyah dalam pengumumannya.
Rapat itu juga menyampaikan telah disalurkannya anggaran dari BGN kepada 7.418 SPPG pada Jumat, 5 Juni 2026. Sedangkan sisanya diprioritaskan pada SPPG dengan jumlah saldo di bawah 30% dari total saldo 500.000.000. Bagi dapur yang masih memiliki saldo di atas itu, tidak akan dilakukan pencairan terlebih dulu.
Namun fakta di lapangan berbeda. Sejumlah dapur di Kabupaten Kediri hari ini berhenti melakukan distribusi MBG karena kendala anggaran.
Penulis: Hari Tri Wasono




