• Login
Bacaini.id
Thursday, April 23, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Salah Analisa Ekonomi Indonesia, Bank Dunia Minta Maaf

ditulis oleh Redaksi
23 April 2026 20:13
Durasi baca: 2 menit
Ilustrasi World Bank. Foto: unsplash

Ilustrasi World Bank. Foto: unsplash

Bacaini.ID, JAKARTA – Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirilis Bank Dunia memantik polemik. Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,7 persen sepanjang tahun ini. Angka itu lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,4 persen dalam APBN 2026.

Proyeksi tersebut dirilis pada 9 April 2026 dan segera menuai reaksi keras dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyebut perhitungan Bank Dunia keliru dan berpotensi menimbulkan sentimen negatif terhadap Indonesia.

Menurut Bank Dunia, revisi proyeksi didorong oleh melonjaknya harga minyak mentah global akibat konflik Amerika Serikat dan Iran serta gangguan jalur distribusi energi di Selat Hormuz. Selain itu, Bank Dunia menilai pemulihan kepercayaan konsumen belum sepenuhnya solid dan investasi swasta masih tertahan di bawah level sebelum pandemi.

Purbaya menolak kesimpulan tersebut. Ia menilai proyeksi 4,7 persen seolah menggambarkan Indonesia berada di ambang resesi. “Ini salah hitung dan menjadi dosa besar karena memunculkan persepsi yang tidak tepat,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 justru bisa menembus angka 5,5 hingga 5,6 persen. Ia menyebut reformasi besar-besaran yang tengah dilakukan pemerintah, terutama di Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta sejumlah kementerian dan lembaga, akan menopang pertumbuhan.

Ia bahkan menantang Bank Dunia untuk meminta maaf jika proyeksi tersebut terbukti meleset, terutama apabila harga minyak global kembali stabil.

Bank Dunia Minta Maaf

Polemik itu berlanjut hingga pertemuan Musim Semi IMF–World Bank di Amerika Serikat pada pekan ketiga April 2026. Dalam forum tersebut, Purbaya bertemu langsung dengan perwakilan Bank Dunia. Menurut Purbaya, Bank Dunia menyampaikan permintaan maaf atas proyeksi yang dinilai terlalu pesimistis.

“Mereka mengakui perhitungan itu dipublikasikan sebelum ada diskusi dengan pimpinan,” ujar Purbaya. Ia mengatakan, proyeksi tersebut juga memicu ketidaknyamanan sejumlah negara lain.

Bank Dunia sempat menawarkan revisi angka proyeksi pertumbuhan Indonesia. Namun Purbaya menolak. Ia memilih membuktikan lewat realisasi ekonomi bahwa angka 4,7 persen tidak mencerminkan kondisi Indonesia yang sebenarnya.

Purbaya menyampaikan secara terbuka permintaan maaf tersebut pada Senin, 21 April 2026, di Gedung Juanda I, Kementerian Keuangan.

Sikap Bank Dunia itu berbeda dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Dalam forum pertemuan yang sama, IMF justru menempatkan Indonesia sebagai salah satu “titik terang” dalam perekonomian global. Laporan IMF tidak menyampaikan koreksi tajam terhadap prospek pertumbuhan Indonesia maupun permintaan maaf serupa.

Penulis: Danny Wibisono
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bank duniaIMFmenteri keuanganpurbaya yudhi sadewaworld bank
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi World Bank. Foto: unsplash

Salah Analisa Ekonomi Indonesia, Bank Dunia Minta Maaf

Hary Tanoe (tengah) berfoto dengan Erick Thohir (kiri). Foto: IG@hary.tanoesoedibjo

Hary Tanoe Dihukum Bayar Rp531 Miliar ke Jusuf Hamka

dbhcht 2025 di blitar

Ketika Rokok Tak Lagi Menjadi Mesin Uang Negara

  • Alun-alun Kota Kediri yang mangkrak dan Kepala Dinas PUPR Endang Kartika Sari.

    Pemkot Kediri Tak Punya Strategi Lanjutkan Proyek Alun-alun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemblokiran TPA Klotok Picu Krisis Sampah di Kota Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj. Sekda Kota Kediri Segera Diganti, Ditunjuk dari Pemkot Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In