• Login
Bacaini.id
Tuesday, February 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Rezeki Nomplok Ramadan, Pedagang Bunga Tabur di Trenggalek Raup Omzet hingga Rp700 Ribu Sehari

Lonjakan peziarah jelang puasa membawa berkah tahunan bagi pedagang bunga tabur di TPU Ngetal, Pogalan, dengan omzet meningkat signifikan dibanding hari biasa

ditulis oleh Editor
17 February 2026 14:55
Durasi baca: 2 menit
Pedagang bunga tabur di TPU Ngetal Trenggalek jelang Ramadan

Pedagang bunga tabur di depan TPU Ngetal, Trenggalek, kebanjiran pembeli jelang Ramadan (Foto/Bacaini)

Bacaini.ID, TRENGGALEK – Rezeki nomplok datang bagi pedagang bunga tabur di Trenggalek menjelang Ramadan. Lonjakan peziarah ke makam membuat omzet mereka melonjak hingga Rp700 ribu per hari.

Setiap jelang Ramadan permintaan bunga tabur meningkat pesat dan itu rutin setiap tahun. Dari pantauan Bacaini.id, mereka berjualan di sekitar area pemakaman umum.

Baca Juga:

  • Ziarah Kubur, Tradisi Turun-temurun Jelang Ramadan
  • Doa Ziarah Kubur Jelang Bulan Ramadan

Salah satunya di tepi Jalan Nasional Trenggalek–Tulungagung, tepatnya di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan. Mereka membuka lapak sejak pagi hingga sore.

Salah satu pedagang, Astuti, mengaku hanya berjualan bunga tabur pada momen menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Astuti sehari-hari berjualan di warung kopi di depan TPU Ngetal.

Setiap jelang ramadan ia memilih menutup warung kopinya dan beralih berjualan bunga karena lebih menguntungkan. “Saya fokus jual bunga, warung kopinya sementara tutup,” tutur Astuti, Selasa (17/2/2026).

Dalam sehari, Astuti mengaku bisa meraup omzet hingga Rp700 ribu, tergantung ramainya peziarah. Pendapatan yang lebih tinggi dibanding berjualan makanan dan minuman di warung kopi.

“Kalau warung kopi biasanya tidak sampai segitu. Jual bunga ini lebih cepat perputarannya,” ungkapnya.

Harga bunga tabur yang dijual bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp40 ribu per paket, bahkan bisa lebih mahal tergantung banyaknya makam yang akan diziarahi. 

Astuti mulai berjualan sekitar satu minggu sebelum ramadan dan berencana menghentikan aktivitas tersebut sehari sebelum puasa dimulai.

Bunga tabur yang dijual berasal dari berbagai sumber, mulai dari pekarangan sendiri, kebun warga sekitar, hingga tengkulak dari luar daerah.

Jenis bunga yang paling diminati para peziarah antara lain bunga kenanga, bunga merah, serta daun pandan wangi.

Meifa, salah satu peziarah, mengatakan bahwa ziarah kubur merupakan tradisi turun-temurun yang rutin dilakukan keluarganya menjelang Ramadan.

Meski harga bunga tabur cenderung naik, ia tetap membelinya sebagai bagian tak terpisahkan dari ritual ziarah. “Tadi beli bunga kenanga Rp5 ribu, tapi isinya sedikit. Kalau hari biasa bisa dapat dua kali lipat,” tuturnya.

Penulis: Aby Kurniawan

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: rezeki nomplok ramadan di trenggalek
Via: pedagang bunga tabur trenggalek
Tags: pedagang bunga tabur trenggalekrezeki ramadantrenggalek
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pedagang bunga tabur di TPU Ngetal Trenggalek jelang Ramadan

Rezeki Nomplok Ramadan, Pedagang Bunga Tabur di Trenggalek Raup Omzet hingga Rp700 Ribu Sehari

Ilustrasi peta Worldwide Latina Belt yang viral di media sosial

Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

Ilustrasi mitos puasa. Foto: bacaini/HTW

10 Mitos Langka Tentang Puasa Ramadan

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In