Riau-Bacaini.ID. Di ujung perahu yang melaju membelah Sungai Kuantan, seorang bocah 11 tahun menari dengan gerakan enerjik dan ekspresif. Tangannya melambai, tubuhnya bergoyang mengikuti irama, sementara kakinya tetap kokoh menjaga keseimbangan di atas jalur—perahu panjang tradisional Riau. Dialah Rayyan Arkan Dhika, putra dari pasangan Rani Ridawati dan Jupriono, yang berasal dari Dusun Simpang Tiga, Desa Pintu Gobang, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singigi, Provinsi Riau, yang kini menjadi sensasi global.
Tidak ada yang menyangka tarian spontan tanpa latihan khusus dari putra Ibu Rani Ridawati, seorang nasabah PNM Mekaar dari Riau, akan menarik perhatian dunia. Sebagai Togak Luan—penari yang bertugas memberi semangat dan menandai ritme bagi para pendayung—Rayyan menjalankan perannya dengan cara yang begitu memukau hingga videonya viral di berbagai platform media sosial.
“Saya tidak pernah mengajarinya menari seperti itu. Itu murni gerakan spontan dari hatinya,” ujar Ibu Rani Ridawati, yang tidak menyangka anaknya akan menjadi duta budaya Melayu Riau di kancah internasional.
Ibu Rani Ridawati adalah salah satu dari 15,4 juta nasabah aktif program PNM Mekaar yang tersebar di 6.165 kecamatan di seluruh Indonesia. Program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) merupakan inisiatif PT Permodalan Nasional Madani yang fokus pada pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro dengan kondisi keluarga berpenghasilan maksimal Rp800.000 per bulan.
“PNM Mekaar tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga pendampingan intensif kepada para nasabah untuk mengembangkan usaha mereka,” jelas Arief Mulyadi Dirut PNM saat diwawancarai. “Kami bangga melihat bagaimana keluarga nasabah kami, termasuk anak-anaknya seperti Rayyan, dapat berprestasi dan menginspirasi banyak orang.”
Fenomena AuraFarming—sebutan untuk tarian khas Rayyan—meledak setelah video penampilannya dibagikan oleh sejumlah selebriti dunia. Pemain sepak bola Paris Saint-Germain Achraf Hakimi, DJ ternama Steve Aoki, Rapper KSI, hingga bintang sepak bola Neymar, semuanya ikut menirukan gerakan khas Rayyan. Tagar ini menjadi trending topic global, mengangkat tradisi Pacu Jalur Riau ke mata dunia.
“Ini adalah bukti bahwa budaya lokal kita memiliki daya tarik universal,” kata Gubernur Riau saat mengangkat Rayyan sebagai duta pariwisata Riau untuk mempromosikan kebudayaan Melayu Riau. Pengangkatan tersebut disertai dengan bantuan pendidikan sebesar Rp 20 juta untuk mendukung masa depan bocah berbakat ini.
Keberhasilan Rayyan tidak hanya membanggakan keluarganya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi komunitas PNM Mekaar. “Ini menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga nasabah PNM Mekaar juga bisa berprestasi dan mendunia,” ujar Direktur Utama PNM Arief Mulyadi yang mengundang Rayyan dan Ibunya datang ke Menara PNM di Jakarta kemarin 10/07/2025.
Event Pacu Jalur diselenggarakan setiap tahun, tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 20-24 Agustus 2025 mendatang, diprediksi akan menarik perhatian lebih besar, bahkan kemungkinan akan dihadiri oleh selebriti-selebriti dunia yang telah terpikat dengan tarian Rayyan.
Dari tepian Sungai Kuantan hingga panggung dunia, kisah Rayyan Arkan Dhika membuktikan bahwa seni tradisional Indonesia memiliki kekuatan untuk menembus batas-batas budaya dan geografis. Bocah 11 tahun ini telah menjadi jembatan budaya, menghubungkan tradisi Pacu Jalur Riau dengan penggemar global melalui tarian yang begitu sederhana namun penuh makna.
Penulis : Danny Wibisono
Editor : Hari Tri Wasono