• Login
Bacaini.id
Monday, June 1, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ratusan Warga Nganjuk Gelar Kirab Gunungan Ketupat

ditulis oleh
29 April 2023 16:53
Durasi baca: 2 menit
Kirab Gunungan Ketupat di Nganjuk. foto:bacaini/Asep

Kirab Gunungan Ketupat di Nganjuk. foto:bacaini/Asep

Bacaini.id, NGANJUK – Ratusan warga Dusun Kepuhbener, Desa Kadungrejo, Kabupaten Nganjuk mengikuti kirab gunungan ketupat, Sabtu, 29 April 2023. Tradisi ini dilakukan tujuh hari setelah peringatan Idul Fitri.

Peringatan kirab gunungan ketupat ini diikuti anak-anak hingga dewasa. Para pengusung mengenakan pakaian khas Jawa dan berjalan sejauh 350 meter dari mushola menuju masjid setempat.

Terdapat empat gunungan ketupat yang dikirab dengan cara dipikul menggunakan jodang. Sedangkan warga perempuan membawa sayur ketupat yang digendong anyaman rinjing. Beberapa pria juga tampak membawa sayuran ketupat dengan cara dipikul menggunakan keranjang bambu. 

Tiba di masjid Al Huda, warga berkumpul untuk berdo’a bersama. Mereka percaya gunungan yang telah didoakan dapat membawa berkah.

Usai didoakan, warga berebut gunungan ketupat. Selain untuk dimakan, mereka juga berharap mendapat berkah dari gunungan itu. “Ini kan sudah didoakan, semoga barokah,” ucap Ishariati, 42 tahun, salah satu warga yang berebut ketupat.

Dia berencana membawa pulang ketupat itu untuk dibagikan kepada keluarganya. Serta berharap agar kampungnya semakin maju dan banyak rezeki. 

Zuhal Ahmadi, tokoh masyarakat Dusun Kepuhbener mengatakan, tradisi kirab ketupat ini digelar dengan tujuan agar masyarkat kompak melaksanakan lebaran ketupat pada hari yang sama, yakni 7 hari setelah idul fitri.

Dengan tradisi ini pula, masyarakat dapat memahami ajaran agama Islam dan melestarikan budaya Jawa seperti yang diajarkan oleh Wali Songo. “Karena ketupat itu adanya di Indonesia, khususnya di Jawa, maka kita sepakat memakai baju adat Jawa,” terangnya.

Sementara masjid yang dipakai untuk menempatkan gunungan dipercaya menjadi lokasi awal penyebaran agama Islam di Dusun Kepuh Bener. Sehingga masjid tersebut dianggap pepunden oleh masyarakat sekitar.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengapresiasi kegiatan ini. Kirab ketupat ini bisa menjadikan masyarakat bergotong royong, serta membangun kesadaran hidup guyup rukun. “Syiar agamanya juga dapat, nguri-nguri budayanya juga dapat,” katanya.

Meski lingkupnya satu dusun, namun kegiatan berlangsung meriah. Marhaen berharap event ini bisa menjadi sarana promosi wisata lokal.

Penulis: Asep
Editor: Hari Tri Wasono

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bupati nganjukkirab gunungan ketupatnganjuktradisi
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan pernyataan pers bersama Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian kunjungan kenegaraan di Istana Élysée, pada Kamis, 28 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Presiden Prabowo Sebut Hubungan Indonesia-Prancis Fase Terbaik

Ratusan pohon pepaya milik petani Perhutanan Sosial di Desa Jingglong Blitar dirusak orang tak dikenal

Perusakan Tanaman Petani Perhutanan Sosial di Blitar, Pelakunya OTK

Mantan Pejabat Senior CIA Diduga Curi 303 Emas Batangan Senilai Rp714 Miliar

  • Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

    KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In