• Login
Bacaini.id
Saturday, May 23, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Puluhan Sapi di Batu Tiba-tiba Ambruk dan Mati, Diracun?

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
22 August 2024 09:48
Durasi baca: 2 menit
Puluhan Sapi di Batu Tiba-tiba Ambruk dan Mati, Diracun?. (foto/Bacaini)

Puluhan Sapi di Batu Tiba-tiba Ambruk dan Mati, Diracun?. (foto/Bacaini)

Bacaini.ID, MALANG – Puluhan sapi milik warga Desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu Jawa Timur, ditemukan mati mendadak.

Pada hidung sapi muncul busa dengan kondisi bangkai lebih cepat kaku. Tercatat sudah 21 ekor sapi dari 11 peternak yang mati mendadak. Spekulasi yang berkembang, penyebab kematian sapi diduga keracunan.

Salah satu pemilik sapi yang mati secara tidak wajar itu adalah Indra Gunawan. Ia menuturkan tidak ada gejala sakit yang mendahului sebelum sapinya ditemukan mati.

Sapi masih makan dan gemuk layaknya sapi sehat, sedangkan kalau sakit kata Indra Gunawan biasanya sapi susah makan dan terlihat pucat.

”Tapi tiba-tiba saat berdiri itu langsung ambruk, gak sadar dan mati. Terus waktu mati itu di hidungnya mengeluarkan busa dan tubuhnya kaku,” ungkap Indra Rabu (21/8/2024).

Keadaan serupa dialami sapi milik Kepala Desa Beji, Deny Cahyono. Menurut dia, peristiwa kematian sapi yang misterius itu dimulai pada bulan Februari 2024. Peristiwa kematian sapi memiliki waktu berbeda-beda.

“Misal dalam satu kandang, hari senin mati, lalu di hari kamis ada mati lagi satu. Terus bulan depan, terjadi di kandang peternak lain. Kondisi sapi waktu mati juga persis,” jelas Deny Cahyono. 

Deny menduga kematian sapi-sapi diduga lantaran racun potasium. Karenanya pihaknya melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Batu juga sudah turun tangan melakukan pemeriksaan

Dokter hewan Puskeswan RPH Kota Batu, Wulandari mengatakan dari hasil pembedahan menemukan adanya perubahan warna tak lazim pada sejumlah organ dalam sapi. Perubahan itu mengarah pada indikasi keracunan.

”Seperti pada lambung hingga usus itu berubah jadi merahnya. Harusnya tidak. Perubahan organ ini mengarah pada keracunan. Ketika racun masuk pencernaan, pembuluh darah pecah dan jadi merah,” jelasnya.

Hanya saja petugas kesehatan hewan tidak bisa menjelaskan penyebab masuknya racun ini ke pencernaan sapi. Bisa jadi, kata dia, sapi mati akibat keracunan usai mengonsumsi rumput yang terkontaminasi pestisida.

“Kami belum bisa tahu penyebab keracunannya. Apakah keracunan alami karena makan rumput yang mengandung pestisida. Atau dikarenakan faktor lainnya. Penyebab bisa macam-macam,” pungkasnya.

Penulis: A. Ulul

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: keracunansapi mati misteriussapi tiba-tiba mati
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi kasus kriminal di Kediri terkait dugaan pencabulan anak dan dalih makhluk gaib

Makhluk Gaib Jadi “Kambing Hitam” Kasus Dugaan Pencabulan 12 Anak di Kediri

Minuman mocktail warna-warni di meja kafe modern

Mocktail Jadi Tren Gaya Hidup Sehat Gen Z, Ini Manfaat dan Resep Simpelnya

Petugas Polres Trenggalek menangani kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak tiri

Pria di Trenggalek Ditahan Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Anak Tiri

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In