Poin Penting:
- Reuni bukan penyebab perselingkuhan, melainkan pemicu yang mempertemukan orang-orang dengan sejarah emosional
- Nostalgia dan cara otak mengingat masa lalu membuat mantan atau teman lama tampak lebih menarik dibanding kenyataan
- Ketidakpuasan dalam hubungan saat ini menjadi faktor terbesar yang meningkatkan risiko munculnya CLBK maupun perselingkuhan
Bacaini.ID, KEDIRI – Fenomena cinta lama bersemi kembali (CLBK) saat reuni sekolah bukan sekadar mitos. Menurut psikologi, nostalgia, cara otak mengingat masa lalu, hingga kondisi hubungan yang sedang dijalani menjadi faktor pemicu yang dapat membuat seseorang kembali memikirkan mantan atau gebetan lama. Namun, reuni bukanlah penyebab utama perselingkuhan.
BACA JUGA: Modus Selingkuh Pria dan Wanita Beda Secara Psikologis, Benarkah?
Dalam beberapa kasus, kedekatan yang sempat terkubur bertahun-tahun bahkan bisa muncul kembali dan memicu masalah dalam hubungan yang sedang dijalani. Fenomena tersebut kerap dikaitkan dengan perselingkuhan, sehingga reuni tak jarang mendapat stigma sebagai ‘pintu masuk’ bagi hadirnya orang ketiga. Namun, benarkah bertemu teman atau mantan lama memang dapat membuat seseorang lebih mudah berpaling dari pasangannya?
Secara psikologi tidak sesederhana itu. Ada sejumlah mekanisme yang bekerja, mulai dari kecenderungan otak mengenang masa lalu secara lebih indah, rasa nyaman karena sudah saling mengenal, hingga kondisi hubungan yang sedang rentan. Bukan berarti reuni menjadi penyebab utama perselingkuhan, namun situasi tersebut bisa menjadi pemicu yang mempertemukan berbagai faktor yang sudah ada sebelumnya.
Mengapa Reuni Bisa Memunculkan CLBK?
Salah satu penjelasan psikologi mengapa reuni dapat membangkitkan kenangan masa lalu yang terkesan lebih indah adalah ‘rosy retrospection bias’: kecenderungan manusia mengingat pengalaman masa lalu dengan cara yang lebih positif dibandingkan kenyataan sebenarnya. Romantisme masa lalu yang hanya menyorot kesenangan atau kebahagiaan yang pernah terjadi, dan mengecilkan kenangan negatif.
BACA JUGA: Survei Terbaru: Perempuan Lebih Gemar Selingkuh Ketimbang Pria, Ini Tandanya
Fenomena ini membuat seseorang lebih mudah mengingat momen-momen menyenangkan bersama mantan atau teman lama, sementara konflik, perbedaan, dan masalah yang dulu pernah ada justru memudar dari ingatan. Akibatnya, orang yang dulu biasa saja atau bahkan pernah tidak cocok, bisa tampak jauh lebih menarik ketika ditemui kembali setelah bertahun-tahun.
Selain itu dalam psikologi juga dikenal konsep ‘counterfactual thinking’: kecenderungan membayangkan skenario alternatif yang tidak terjadi. Misalnya, ‘Bagaimana kalau dulu aku memilih dia?’ atau ‘Bagaimana kalau hubungan kami tidak berakhir?’
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Psychological Bulletin, manusia secara alami sering memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang tidak terjadi dalam hidupnya. Pikiran semacam ini dapat memunculkan rasa penasaran sekaligus kedekatan emosional yang sebelumnya mungkin tidak terlalu terasa.
Faktor Emosional yang Memicu Kedekatan dengan Mantan
Selain faktor psikologis dari dalam diri, faktor luar juga dapat memengaruhi psikologis seseorang. Teman lama, mantan, atau gebetan masa sekolah memiliki sejarah dan kenangan bersama. Kedekatan tersebut dapat menimbulkan rasa nyaman dan aman, sehingga komunikasi terasa lebih mudah.
Psikolog Robert Zajonc memperkenalkan konsep ‘mere exposure effect’ yang menjelaskan kecenderungan manusia untuk menyukai yang lebih familiar. Ini menjadi alasan mengapa bertemu dengan teman-teman lama terasa menyenangkan dan seru. Meski demikian, rasa nyaman ini tidak otomatis berarti cinta lama benar-benar kembali. Dalam banyak kasus, yang muncul sebenarnya adalah nostalgia.
Para ahli hubungan justru menilai faktor terbesar perselingkuhan setelah reuni, bukan terletak pada acara reuninya, melainkan kondisi hubungan yang sedang dijalani.
Penelitian yang dilakukan psikolog Dylan Selterman dari University of Maryland menunjukkan bahwa ketidakpuasan dalam hubungan, kesepian, kurangnya perhatian, serta kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi menjadi faktor yang lebih kuat dalam munculnya perselingkuhan.
Dalam kondisi tersebut, perhatian kecil dari orang lama bisa terasa sangat berarti. Bukan karena orang tersebut lebih baik, melainkan karena ia hadir di saat seseorang sedang merasa kesepian atau tidak mendapatkan kebutuhan emosionalnya.
Jika dahulu reuni hanya terjadi beberapa tahun sekali, kini media sosial membuat ‘orang lama’ bisa muncul kapan saja. Foto lama, grup alumni, hingga pesan pribadi membuat interaksi menjadi jauh lebih mudah. Penelitian yang dimuat dalam Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking menemukan bahwa media sosial dapat memudahkan seseorang menjalin kembali hubungan dengan mantan atau kenalan lama. Kemudahan akses tersebut meningkatkan peluang munculnya nostalgia maupun kedekatan emosional.
Tidak ada teori secara keilmuan yang mengatakan bahwa acara reuni dapat menjadi sebab perselingkuhan. Reuni lebih tepat disebut sebagai katalis atau pemicu yang mempertemukan orang-orang dengan sejarah masa lalu.
Pada akhirnya, apakah nostalgia itu hanya menjadi cerita lucu bersama teman lama atau berkembang menjadi hubungan yang lebih jauh, sangat ditentukan oleh kondisi hubungan yang sedang dijalani dan batas-batas yang dimiliki masing-masing individu.
Karena itu, CLBK saat reuni bukanlah sesuatu yang mustahil. Namun, penyebabnya bukan semata-mata karena acaranya, melainkan kombinasi antara cara otak bekerja, nostalgia, dan kondisi emosional seseorang pada saat itu.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif
BACA JUGA: Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB, Ini Untungnya dan artikel lainnya di Rubrik BACAGAYA




