• Login
Bacaini.id
Thursday, June 4, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Proyek Stadion Olimpiade 2032 Brisbane Ancam Situs Budaya

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
4 June 2026 13:16
Durasi baca: 4 menit
Aksi protes warga saat dimulainya pembangunan stadion utama Olimpiade 2032 di Victoria Park Brisbane Australia

Protes warga dan komunitas adat mewarnai dimulainya pembangunan stadion utama Olimpiade 2032 di Victoria Park, Brisbane, Australia (foto/ist)

Poin Penting:

  • Proyek stadion Olimpiade 2032 di Victoria Park Brisbane mulai dibangun di tengah aksi penolakan warga dan bentrokan yang menyebabkan lima demonstran ditangkap
  • Komunitas adat menilai pembangunan mengancam situs budaya dan kawasan yang memiliki nilai spiritual tinggi
  • Pemerintah Queensland memastikan proyek tetap berjalan dan menargetkan stadion rampung sebelum Olimpiade dimulai

Bacaini.ID, AUSTRALIA – Pembangunan stadion utama untuk Olimpiade 2032 di Brisbane, Australia, menuai gelombang penolakan dari warga lokal dan komunitas adat. Proyek senilai 3,6 miliar dolar Australia tersebut dianggap mengorbankan ruang hijau terakhir di pusat kota serta mengancam situs budaya yang dinilai sakral.

Baca Juga:

  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

Gelombang penolakan stadion utama Olimpiade 2032 di Victoria Park, kota Brisbane, Negara Bagian Queensland, Australia pada hari Senin (1/6) lalu. Proyek ambisius berkapasitas 63.000 kursi ini memicu kemarahan publik setelah pemerintah dianggap mengorbankan ruang terbuka hijau terakhir di tengah kota serta situs warisan budaya.

Bagi sebagian besar warga Brisbane, proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur olahraga, melainkan simbol dari kebijakan top-down pemerintah yang mengabaikan suara komunitas demi gengsi sebuah perhelatan global.

Dikutip dari ABC News, ketegangan memuncak pada Senin pagi waktu setempat ketika aparat kepolisian dan petugas dewan kota melakukan pengosongan paksa terhadap kamp protes yang didirikan oleh gerakan ‘Save Victoria Park’. Selama beberapa hari terakhir, para aktivis dan warga lokal nekat berkemah di lokasi untuk menghadang jalannya proyek demi mempertahankan area yang mereka sebut sebagai ‘paru-paru kota’.

Dalam operasi pembersihan lahan tersebut, terjadi bentrokan hingga mengakibatkan lima orang demonstran ditangkap oleh pihak kepolisian. Aktivis yang tersisa dipaksa mundur dari kawasan hijau tersebut agar alat berat dan ekskavator bisa masuk ke lokasi.

Warga menyatakan kekecewaan mendalam atas tindakan represif tersebut. Bagi masyarakat sekitar, hilangnya Victoria Park adalah sebuah kehilangan besar terhadap ruang publik yang selama ini menjadi tempat interaksi dan sanctuary alami di tengah padatnya kota Brisbane.

Brisbane sebelumnya telah sendiri resmi terpilih oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada tahun 2021 lalu untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Saat ini pemerintah setempat sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur, termasuk stadion di Victoria Park yang memicu protes warga lokal.

Komunitas Adat Soroti Ancaman terhadap Situs Sakral

Selain isu lingkungan, penolakan keras datang dari kelompok masyarakat adat (Indigenous groups). Mereka menegaskan bahwa Victoria Park memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat mendalam. Aliansi adat menyatakan kekhawatiran besar atas potensi kehancuran permanen pada mata air alami dan pepohonan kuno yang dianggap sakral di kawasan tersebut.

Kekecewaan komunitas adat semakin diperparah setelah Menteri Lingkungan Hidup Federal, Murray Watt, menolak dua permohonan perlindungan warisan budaya darurat yang diajukan pihak aktivis dengan alasan tidak memenuhi syarat formal hukum. Meski demikian, para tokoh adat menegaskan perjuangan belum usai, mengingat masih ada tiga permohonan lain di bawah Undang-Undang Perlindungan Warisan Budaya Aborigin dan Selat Torres yang sedang dalam proses peninjauan.

Dampak buruk proyek ini juga langsung dirasakan oleh para pekerja medis di kompleks rumah sakit yang terletak tepat di samping Victoria Park. Mereka mengkritik tajam buruknya komunikasi dan sosialisasi dari pemerintah terkait eksekusi lahan tersebut.
Sejak Senin lalu, para staf rumah sakit terpaksa kehilangan 137 kantong parkir. Lebih dari itu, pihak rumah sakit mengkhawatirkan polusi debu, getaran ekstrem, dan kebisingan konstan dari proyek raksasa ini akan sangat mengganggu ketenangan serta proses pemulihan para pasien.

Pemerintah Queensland Tetap Lanjutkan Pembangunan

Di tengah derasnya gelombang protes, Otoritas Koordinasi dan Infrastruktur Independen Olimpiade (GIICA) telah resmi mengambil alih lahan dan menargetkan proyek selesai setahun sebelum pembukaan Olimpiade 2032 demi menghindari keterlambatan.

Perdana Menteri Queensland, David Crisafulli, yang hadir langsung dalam peletakan batu pertama di tengah pengawalan ketat, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mundur. Meski ia mengklaim bahwa dua pertiga area akan tetap menjadi ruang hijau setelah stadion selesai, Crisafulli memberikan peringatan keras kepada para demonstran.

“Masyarakat bebas berbeda pendapat, namun mereka tidak boleh mengganggu pekerjaan fisik di lapangan,” ujar Crisafulli dalam wawancara dengan awak media. Ia juga memperingatkan warga untuk tidak melakukan aksi nekat menghadang buldoser dan ekskavator demi keselamatan mereka sendiri.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: BrisbaneOlimpiade 2032stadion olimpiadeVictoria Park
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi pasangan suami istri di Jepang menjalani konsep Living Apart Together dengan tinggal terpisah setelah menikah

Tren Pernikahan Tinggal Terpisah, Tiru Living Apart Together Jepang

Aksi protes warga saat dimulainya pembangunan stadion utama Olimpiade 2032 di Victoria Park Brisbane Australia

Proyek Stadion Olimpiade 2032 Brisbane Ancam Situs Budaya

Ilustrasi pelayanan izin tinggal WNA di Kantor Imigrasi. Foto: kemenimipas.go.id

Penangkapan Wamen Imigrasi dan Celah Korupsi Izin Tinggal WNA

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In