Bacaini.ID, KEDIRI – Beberapa waktu lalu sempat viral di platform media sosial TikTok soal kriteria pria dengan ‘provider mindset’.
Apa itu? Pria yang memiliki kemauan untuk memenuhi semua kebutuhan pasangannya.
Namun yang jadi pertanyaan, benarkah provider mindset hanya soal pemenuhan kebutuhan materi?
Coach relationship dan leadership, Andrew Horn, mendefinisikan provider sebagai seseorang yang perhatian untuk menanyakan pasangannya apa yang mereka butuhkan.
Selanjutnya berkomitmen menyediakan kebutuhan untuk mereka. Bisa saja soal keuangan, tapi bisa juga lebih dari itu.
Untuk menciptakan provider mindset, pasangan harus saling bekerjasama mewujudkan suasana hubungan positif.
Tanyakan pada pasangan apa yang dia perlukan agar merasa terpenuhi. Hargai pendapat pasangan tentang apa yang dibutuhkan.
Menetapkan kesepakatan yang jelas selalu bermanfaat bagi kesuksesan jangka panjang dalam suatu hubungan.
Ini pertanyaan yang disarankan Andrew Horn untuk didiskusikan dengan pasangan demi terciptanya provider mindset.
Apa yang diharapkan dari pasangan untuk berkontribusi secara finansial
Pertanyaan ini untuk mengetahui kebutuhan finansial apa saja yang harus ditanggung masing-masing.
Masalah finansial adalah hal sensitif yang harus didiskusikan bersama.
Menjadi provider artinya memenuhi dan mengusahakan kebutuhan tersebut.
Apa yang diinginkan secara emosional
Mengetahui bagaimana pasangan ingin diperlakukan. Sebab memenuhi kebutuhan emosional pasangan adalah hal penting selain masalah finansial.
Apa yang mereka butuhkan secara romantis dan seksual?
Adalah kebutuhan dasar sebagai pasangan. Berdiskusi secara terbuka mengenai hal romantis atau seksual yang diharapkan pasangan, akan semakin mempererat hubungan.
Tanggung jawab apa yang perlu dimiliki untuk keluarga dan rumah?
Masing-masing memiliki tanggungjawab sebagai pasangan. Pembagian tugas dan tanggungjawab harus disepakati dengan jelas.
Ini akan mengurangi potensi konflik dalam rumah tangga karena perasaan paling berkontribusi.
Apa yang dibutuhkan dari pasangan berdasarkan waktu
Menyepakati jadwal dalam rumah tangga. Atau kapan saja pasangan harus siap untuk memenuhi kebutuhan pasangan.
Misalnya jadwal berkumpul bersama keluarga, berlibur, atau pasangan butuh untuk ditemani saat belanja bulanan dan lainnya.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif