Bacaini.id, JEMBER — Pemerintah Kabupaten Jember mengembangkan program home care untuk membantu warga yang mengalami sakit berkepanjangan dan kesulitan mengakses pelayanan kesehatan. Program tersebut juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kebutuhan lain yang dihadapi masyarakat kurang mampu, mulai dari dokumen administrasi kependudukan hingga kondisi tempat tinggal.
Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan, program ini ditujukan bagi warga yang terkendala kondisi kesehatan, ekonomi, maupun transportasi untuk mendatangi fasilitas pelayanan. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berupaya menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan secara langsung.
“Bagi masyarakat yang tidak bisa ke rumah sakit karena sakit berkepanjangan dan punya masalah keterbatasan ekonomi untuk berangkat transportasi dan lain sebagainya, Jember sedang berikhtiar mewujudkan dokter keluarga untuk masyarakat tidak mampu lewat program home care,” ujarnya pada Senin (26/10/2026).
Ia menegaskan bahwa cakupan program tidak terbatas pada urusan kesehatan. Petugas juga dapat menemukan persoalan administrasi atau kebutuhan sosial yang memerlukan perhatian pemerintah.
“Home care bukan cuma urusan kesehatan tapi bagi mereka yang enggak punya admin itu kami bikinkan,” katanya.
Bupati Fawait menambahkan, pemerintah daerah juga melakukan pendataan terhadap warga yang kondisi rumahnya kurang memadai. Pendataan tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat dapat diidentifikasi dan disesuaikan dengan kriteria program bantuan perumahan yang berlaku.
Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Khozin menilai pendekatan jemput bola perlu dikembangkan untuk menjangkau warga yang selama ini belum terlayani. Ia menyebut, upaya tersebut tidak hanya diperlukan dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam administrasi kependudukan dan pendataan masyarakat yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah.
“Bahkan ada beberapa inovasi-inovasi tertentu yang sifatnya itu selama ini pasif ya, public services yang sifatnya pasif, Jember memulai satu langkah baru untuk secara aktif jemput bola kepada masyarakat tidak hanya dalam konteks layanan kesehatan, tapi juga adminduk,” ujar Khozin.
Ia menambahkan bahwa pendataan terhadap masyarakat yang membutuhkan perbaikan rumah menjadi bagian dari upaya pemerintah mengetahui kondisi warga secara langsung.
Melalui program home care dan pendataan lapangan, pemerintah dapat memperoleh gambaran lebih menyeluruh mengenai kebutuhan masyarakat. Namun, temuan tersebut perlu diikuti dengan verifikasi data, koordinasi lintas instansi, dan penjelasan mengenai jenis bantuan yang dapat diberikan.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap menjadi fokus utama program, sementara kebutuhan sosial lain ditindaklanjuti melalui mekanisme yang sesuai. Dengan begitu, pendekatan jemput bola dapat membantu warga memperoleh pelayanan yang lebih tepat sasaran. (meg/adv)




