• Login
Bacaini.id
Saturday, May 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Profil Kiai Yasin Yusuf, Singa Podium Asal Blitar

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
7 March 2025 23:03
Durasi baca: 2 menit
Profil Kiai Yasin Yusuf, Singa Podium asal Blitar (foto/ist)

Profil Kiai Yasin Yusuf, Singa Podium asal Blitar (foto/ist)

Bacaini.ID, BLITAR – Orang-orang Blitar yang tumbuh pada medio 1970 hingga 1980-an tentu masih ingat dengan kepiawaiannya beretorika sekaligus mengolah suara.

Di atas podium, bunyi pesawat terbang, tembakan meriam, ledakan bom, hingga suara binatang, bisa diconteknya dengan apik.

Bahkan suara Bung Karno membaca teks Proklamasi kemerdekaan, termasuk pidato Bung Tomo yang berapi-api, dijiplaknya nyaris sempurna.

Itulah KH Yasin Yusuf, singa podium asal Kademangan Kabupaten Blitar. Sebagai mubaligh, nama Kiai Yasin bukan hanya populer di Blitar, namun juga kesohor hingga level nasional.

Kehadirannya setiap Minggu Wage di alun-alun Kota Blitar selalu dibanjiri ribuan bahkan belasan ribu jamaah pengajian. Ceramahnya selalu ditunggu publik.

Dikutip dari berbagai sumber, Presiden Soekarno pun terpikat dan itu yang membuat Kiai Yasin selalu diundang ceramah di Istana Negara setiap bulan maulid.

Dalam catatan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Kiai Yasin juga rutin berceramah di acara haul Sunan Bonang di Tuban Jawa Timur.

Kiai Yasin Yusuf diketahui lahir di Kademangan Kabupaten Blitar pada tahun 1934. Di struktural NU, namanya tercatat di kepengurusan tingkat MWC (kecamatan).

Kendati demikian, ia merupakan salah satu ulama NU yang dekat dengan KH Wahab Chasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama.

Pada masa NU masih menjadi partai politik, Kiai Yasin menjadi komunikator yang ampuh untuk pendulangan suara  NU di Pemilu 1955.

Ajakannya yang persuasif membuat banyak orang bersimpatik kepada Partai NU.

“Silahkan tidak suka dengan NU. Mau apa dengan NU silahkan. Tapi untuk pemilu kali ini, tolong bantulah NU. Sekali saja, cobloslah NU”.

Informasi yang dihimpun, pada masa rezim orde baru, Presiden Soeharto pernah menawari Kiai Yasin untuk menjadi anggota DPR RI, namun ditolaknya.

Sahabat KH Hamim Djazuli atau Gus Miek itu memilih istiqomah menjadi mubaligh.

Ia tetap menjadi penceramah yang mengambil uang honor secukupnya dan selebihnya dibagikan kepada tukang becak dan fakir miskin.

Kiai Yasin Yusuf tutup usia pada tahun 1992 dan dimakamkan di komplek makam Aulia di Dusun Tambak, Desa Ngadi, Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: KH Yasin Yusufkiai Yasinmubalighpenceramahsinga podium
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi internet lemot saat bekerja online

Internet Lemot dan WiFi Putus Nyambung? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi pekerja kantoran Indonesia sedang bekerja

Riset Gallup Ungkap Pekerja Indonesia Paling Bangga Jadi ‘Budak Korporat’, Stres Kerja Terendah di Dunia

Ilustrasi pasukan Garnisun. Foto: istimewa

Jejak Garnisun Menumpas Premanisme di Zaman Orde Baru

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In