• Login
Bacaini.id
Monday, February 16, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Profil Kiai Yasin Yusuf, Singa Podium Asal Blitar

ditulis oleh Editor
7 March 2025 23:03
Durasi baca: 2 menit
Profil Kiai Yasin Yusuf, Singa Podium asal Blitar (foto/ist)

Profil Kiai Yasin Yusuf, Singa Podium asal Blitar (foto/ist)

Bacaini.ID, BLITAR – Orang-orang Blitar yang tumbuh pada medio 1970 hingga 1980-an tentu masih ingat dengan kepiawaiannya beretorika sekaligus mengolah suara.

Di atas podium, bunyi pesawat terbang, tembakan meriam, ledakan bom, hingga suara binatang, bisa diconteknya dengan apik.

Bahkan suara Bung Karno membaca teks Proklamasi kemerdekaan, termasuk pidato Bung Tomo yang berapi-api, dijiplaknya nyaris sempurna.

Itulah KH Yasin Yusuf, singa podium asal Kademangan Kabupaten Blitar. Sebagai mubaligh, nama Kiai Yasin bukan hanya populer di Blitar, namun juga kesohor hingga level nasional.

Kehadirannya setiap Minggu Wage di alun-alun Kota Blitar selalu dibanjiri ribuan bahkan belasan ribu jamaah pengajian. Ceramahnya selalu ditunggu publik.

Dikutip dari berbagai sumber, Presiden Soekarno pun terpikat dan itu yang membuat Kiai Yasin selalu diundang ceramah di Istana Negara setiap bulan maulid.

Dalam catatan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Kiai Yasin juga rutin berceramah di acara haul Sunan Bonang di Tuban Jawa Timur.

Kiai Yasin Yusuf diketahui lahir di Kademangan Kabupaten Blitar pada tahun 1934. Di struktural NU, namanya tercatat di kepengurusan tingkat MWC (kecamatan).

Kendati demikian, ia merupakan salah satu ulama NU yang dekat dengan KH Wahab Chasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama.

Pada masa NU masih menjadi partai politik, Kiai Yasin menjadi komunikator yang ampuh untuk pendulangan suara  NU di Pemilu 1955.

Ajakannya yang persuasif membuat banyak orang bersimpatik kepada Partai NU.

“Silahkan tidak suka dengan NU. Mau apa dengan NU silahkan. Tapi untuk pemilu kali ini, tolong bantulah NU. Sekali saja, cobloslah NU”.

Informasi yang dihimpun, pada masa rezim orde baru, Presiden Soeharto pernah menawari Kiai Yasin untuk menjadi anggota DPR RI, namun ditolaknya.

Sahabat KH Hamim Djazuli atau Gus Miek itu memilih istiqomah menjadi mubaligh.

Ia tetap menjadi penceramah yang mengambil uang honor secukupnya dan selebihnya dibagikan kepada tukang becak dan fakir miskin.

Kiai Yasin Yusuf tutup usia pada tahun 1992 dan dimakamkan di komplek makam Aulia di Dusun Tambak, Desa Ngadi, Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: KH Yasin Yusufkiai Yasinmubalighpenceramahsinga podium
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Mahasiswa menuntut pembebasan aktivis yang ditangkap polisi. Foto: IG @mahasiswabergerak

Tiga Serikat Buruh Dukung Positioning Polri, Melawan Sejarah?!

Pantai Serang Blitar yang dikaitkan dengan laku spiritual Soeprijadi

Kebiasaan Ganjil Soeprijadi di Pantai Serang Blitar, Bertapa di Laut Selatan hingga Tantang Mitos Ratu Kidul

Wali Kota London Sadiq Khan menyalakan lampu Ramadan di kawasan West End

London Sambut Ramadan 2026, 30 Ribu Lampu LED Hiasi West End

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In