• Login
Bacaini.id
Wednesday, July 1, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ponpes Tebuireng Berharap Tak Ada Money Politic Dalam Muktamar ke-34

ditulis oleh
16 December 2021 20:07
Durasi baca: 3 menit
Gus Salam dari Ponpes Denanyar Jombang. Foto:Bacaini/Syailendra

Gus Salam dari Ponpes Denanyar Jombang. Foto:Bacaini/Syailendra

Bacaini.id, JOMBANG – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 di Lampung, para dhuriyah pendiri NU di Jombang beda pendapat. Keluarga Pondok Pesantren Tebuireng memilih untuk bersikap netral alias tidak memberikan dukungan pada dua calon yang menguat.

Sedangkan keluarga Pondok Pesantren Denanyar Mambaul Ma’arif memilih mendukung KH Yahya Cholil Staquf. Kedua keluarga pendiri NU ini menyampaikan pertimbangan dan alasan mereka.

Cucu pendiri NU dari Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik mengatakan secara organisasi Pondok Pesantren Tebuireng tidak memilik hak suara dalam Muktamar ke-34 yang akan digelar 23 – 25 Desember 2021. Namun sebagai cucu pendiri NU dirinya berhak menyuarakan untuk kebaikan NU ke depannya. “Tebuireng tidak mengusung nama karena tidak punya suara, karena tidak memiliki hak suara. Yang terpilih semuanya kader NU yang terbaik,” ujar Gus Fahmi kepada Bacaini.id, Kamis, 16 Desember 2021.

Gus Fahmi hanya berharap seluruh proses Muktamar bisa berjalan dengan baik dan bersih. Tanpa diwarnai praktik money politik. “Siapapun yang terpilih asal proses yang dilakukan bersih tanpa money politik, maka hasilnya juga akan bersih,” sebutnya.

Meski tidak memiliki hak pilih, Gus Salam akan tetap akan hadir di arena Muktamar ke-34 Lampung.  Kehadiran keluarga Tebuireng  di Muktamar hanya sebagai pemberi semangat kepada muktamirin. Menurut Gus Fahmi, Tebuireng tidak punya nama yang harus didukung. Semua nama yang muncul dinilai layak memimpin NU ke depan.

Dia mencontohkan, KH Said Agil Siraj memiliki pengalaman dan keilmuan yang mumpuni. Demikian pula KH Yahya Cholil Staquf yang secara silsilah dan keilmuan tidak diragukan lagi. Termasuk nama lain yang muncul dalam kontestasi pemilihan PBNU. 

Menyitir pesan  pendiri NU, Gus Fahmi berharap seluruh pengurus NU bisa menjadi penjaga ukhuwah bangsa dan umat. Jangan sampai perbedaan ini memecah keutuhan NU dan bangsa Indonesia.  “Janganlah perbedaan itu menyebabkan perpecahan diantara kalian,” sebutnya mengingatkan pesan Hadratus Hasyim Asyari.

Gus Salam juga berharap ketua yang terpilih bisa membangun NU lebih berkembang, terutama dalam dakwah di bidang pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Karena selama ini dakwah di tiga bidang itu masih dianggap kurang maksimal.

Denanyar Dukung Yahya

Berbeda dengan sikap keluarga besar Tebuireng,  keluarga besar pendrii NU dari keluarga KH Bisri Syamsui Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar memilih mendukung tokoh muda dalam Muktmar NU ke-34 besok.

Pengasuh Pesantren Denanyar KH Abdus Salam Sokib terang-terangan mendukung Gus Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU dengan  Rais Aam PBNU sesuai hasil  keputusan para ulama yang mendapat amanat sebagai anggota AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdi).

Cucu KH Bisri  Syamsuri ini mendukung Gus Yahya sebagai bentuk regenerasi di dalam tubuh PBNU. Regenerasi ini penting untuk menghindari kemandekan proses pengkaderan NU. Apalagi dari segi usia KH Said Aqil Siradj sebagai Ketua umum PBNU sekarang usianya termasuk dalam kelompok tua.  “Regenerasi ini penting dilakukan untuk menjaga roda organisasi lebih dinamis,” ujar Gus Salam.

Dari segi usia KH Agil sudah memasuki usia 67, sedang calon yang diusung Ponpes Denanyar yakni Gus Yahya berusia 55 tahun.

Penulis: Syailendra
Editor: Afnan Subagio

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Warga Indonesia menyambut wisatawan dan ekspatriat dengan ramah sebagai ilustrasi Indonesia dinobatkan negara paling ramah di dunia versi InterNations 2026

Indonesia Dinobatkan Negara Paling Ramah di Dunia 2026, Disukai Ekspatriat

Ilustrasi Komisaris Besar Polisi Batavia Van Rossen dalam kasus korupsi terbesar di Hindia Belanda tahun 1923

Kisah Polisi Baik Ditangkap Karena Kasus Korupsi yang Gegerkan Jakarta

Penumpang kereta api menaiki rangkaian KA di Stasiun Madiun saat libur sekolah 2026

Libur Sekolah 2026, Penumpang KA Daop 7 Madiun Tembus 106 Ribu

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In