Tahun 1989 menjadi titik awal Anang Hermansyah berkarir di musik. Saat itu Anang memutuskan merantau ke Jakarta dan berkenalan dengan Pay Siburian. Dia adalah gitaris SLANK yang lebih dulu terkenal. Pay juga yang akhirnya membawa Anang ke komunitas Jalan Potlot yang menjadi markas SLANK sekaligus tempat tinggal Bim Bim.
Dalam sebuah wawancara dengan majalah musik, Anang Hermansyah mengaku sempat “nyantri” di markas Slank. Selama berbulan-bulan dia rela tidur di studio dan membantu membersihkan rumah. Makanan sehari-harinya adalah mie instan.
Kegigihan Anang Hermansyah untuk membuka jalan hidup bermusik patut diacungi jempol. Apalagi dia juga terlahir dari keluarga berada di Jember, dan memiliki kesempatan mendapat kehidupan lebih baik. Namun demi musik, Anang rela tidur dan menjadi cleaning service di studio SLANK.
Perjuangan itu tak sia-sia. Beberapa kali menyanyi saat SLANK latihan, Anang mendapat kesempatan membentuk band sendiri. Bersama Massto (adik Bim Bim) dan Koko (kakak Kaka), mereka membentuk Kidnap Katrina. Album mereka bertitel Biru meledak di tahun 1993.