• Login
Bacaini.id
Monday, May 4, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Penyakit Paru Obstruktif Picu Kematian Tertinggi Ketiga di Dunia

ditulis oleh
1 November 2023 19:56
Durasi baca: 3 menit
Ilustrasi tenggorokan sakit. Foto: Pinterest

Ilustrasi tenggorokan sakit. Foto: Pinterest

Pencemaran udara masih menjadi penyumbang besar gangguan kesehatan paru. Salah satu gangguan yang cukup sering dijumpai adalah penyakit paru obstruktif kronik.

Penyakit paru obstruktif menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga di dunia. Berdasarkan data WHO, jumlah kematian akibat penyakit ini di tahun 2019 sebanyak 3,23 juta jiwa.

Penyakit Paru Obstrukstif Kronik (PPOK) merupakan  penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia. Meski mematikan, penyakit ini  dapat dicegah dan diobati. 

Dokter Spesialis Paru RSUD dr. Iskak, dr. Titah Dhadhari Suryananda, Sp.P mengatakan, penyakit PPOK ditandai adanya hambatan aliran udara yang bersifat progresif dan berhubungan dengan respon inflamasi paru terhadap partikel atau gas berbahaya. 

Di Indonesia diperkirakan terdapat 4,8 juta orang dengan prevalensi 5,6 persen. Identifikasi faktor resiko merupakan langkah penting dalam pencegahan dan penatalaksanaan PPOK. Kebiasaan merokok menjadi penyebab kausal terpenting dibandingkan penyebab lain.

“Asap rokok mempunyai prevalensi tinggi sebagai penyebab gejala respirasi dan gangguan fungsi paru. Resiko PPOK pada perokok tergantung dari dosis rokok yang dihisap, usia mulai merokok, jumlah batang rokok pertahun dan lamanya merokok,” ujar dr. Titah.

Meskipun tidak semua perokok berkembang menjadi PPOK, namun secara klinis faktor genetik mempengaruhi setiap individu. Kayu, serbuk gergaji, batu bara dan minyak tanah merupakan bahan bakar kompor yang menjadi penyebab tertinggi polusi di dalam ruangan.

Selain rokok, asap kompor dengan ventilasi yang kurang baik merupakan faktor risiko penting timbulnya PPOK. Polusi udara lain yang bisa memicu adalah ozon, nitrogen oksida, sulfur, dan gas rumah kaca yang berkontribusi sekitar 5 persen. Infeksi virus dan bakteri juga berperan mencetuskan terjadinya kekambuhan PPOK. 

Hal-hal tersebut menyebabkan kerusakan jaringan paru sehingga menyebabkan emfisematus (luluh paru) dan mengganggu mekanisme pertahanan yang mengakibatkan perubahan fungsi paru. Inilah yang mengakibatkan udara terperangkap dan keterbatasan aliran udara cenderung bertambah berat.

Setelah menemukan faktor risiko dan gejala melalui anamnesa (wawancara singkat dengan panderita) maka pemeriksaan fisik perlu dilakukan. Pemeriksaan foto rontgen, laboratorium dan spirometri (tes fungsi paru) bertujuan untuk menegakkan sebuah diagnosa PPOK. 

Penatalaksanaan PPOK meliputi terapi farmakologis dan non-Farmakologis. Kunci utama terapi farmakologis diberikan melalui terapi inhalasi (obat langsung diberikan ke saluran napas), karena itu diperlukan edukasi dan pelatihan cara menggunakan terapi inhalasi tersebut.

Pemilihan alat inhaler harus disesuaikan dengan kebutuhan setiap penderita seperti akses, biaya. Dan yang terpenting adalah kemampuan penderita menggunakan alat inhalernya. Jenis-jenis inhaler yang tersedia saat ini di Indonesia diantaranya:

• Dry powder inhaler (DPI), hanya dapat diberikan jika penderita mampu melakukan inhalasi kuat dan dalam

• Metered dose inhaler (MDI), memerlukan kemapuan penderita untuk melakukan koordinasi secara akurat. Penderita harus melakukan inhalasi dan aktuasi secara bersamaan

• Bagi penderita yang tidak dapat melakukan Teknik inhaler DPI dan MDI, maka soft mist inhaler (SMI) dapat dipertimbangkan karena jauh lebih mudah dibandingkan keduanya.

Penatalaksanaan non-farmakologis meliputi program berhenti merokok, latihan fisik, edukasi mengenai kepatuhan pengobatan, teknik penggunaan inhaler secara benar dan pengenalan gejala eksaserbasi (kejadian kekambuhan). 

Selain itu vaksinasi serta rehabilitasi paru juga dibutuhkan dalam tatalaksana non-farmakologis. Melalui penatalaksanaan non-farmakologis, tenaga kesehatan diharapkan mampu membangkitkan upaya mandiri penderita PPOK untuk mengatasi penyakitnya.

Penulis: Hari Tri W

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi sekolah dasar di Trenggalek tanpa kepala sekolah definitif

63 Sekolah di Trenggalek Tanpa Kepala Sekolah Definitif, Pemkab Siapkan Seleksi

Agus (kiri) dan Bambang Soesatyo. Foto: Instagram @agus_hadsoe

Staf Bamsoet Flexing Naik Jet Pribadi, Warganet: Bingung Sumber Hartanya

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia dengan simbol kebebasan berekspresi dan aktivitas jurnalis

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Tema Perdamaian hingga Tantangan Kebebasan Media di Indonesia

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In