Bacaini.ID, TRENGGALEK – Sebanyak 9 pemuda asal Kabupaten Trenggalek Jawa Timur segera berangkat ke Korea Selatan untuk belajar Teknik Pertahanan dan Artificial Intelligence (AI).
Mereka akan kuliah gratis Diploma 2 (D2) di University of Gyeongnam Namhae, Korea Selatan. Program ini merupakan tindak lanjut kerja sama Pemkab Trenggalek dengan pihak universitas di Korsel.
Selain memperoleh pendidikan D2 gratis, 9 pemuda asal Trenggalek juga dijanjikan peluang kerja setelah lulus. Sesuai jadwal mereka akan berangkat ke Korsel pada awal Maret.
Baca Juga:
- Suami DPRD Arogan Penganiaya Guru di Trenggalek Divonis 6 Bulan Penjara
- Hari Pers Nasional 9 Februari Ternyata Warisan Orde Baru
- Telantarkan Istri Anak, Oknum DPRD PDIP Blitar Dibiarkan Tanpa Sanksi
Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin mengatakan, jumlah total peserta program kuliah gratis di Korsel dari Indonesia sebanyak 16 orang. Dari jumlah itu 9 di antaranya berasal dari Trenggalek.
Salah satu peserta terbaik bernama Arya Bayu Adi Permana yang memperoleh nilai tertinggi sekaligus mendapat predikat transfer perfect dari pihak universitas.
“Pihak Korea menyampaikan langsung bahwa anak-anak Trenggalek ini pintar-pintar. Ini tentu membanggakan,” kata Bupati Nur Arifin atau akrab disapa Mas Apin kepada wartawan Selasa (10/2/2026).
Sebelumnya, para peserta telah mengikuti kursus bahasa Korea selama 4 bulan hingga dinyatakan lulus ujian bahasa dan seleksi masuk perguruan tinggi.
Menurut Mas Ipin program ini menggunakan skema blended matching, di mana saat ini seluruh biaya ditanggung secara gratis.
Pemkab Trenggalek ke depan berencana membuka opsi subsidi sebagian biaya agar lebih banyak pemuda bisa mengikuti program serupa.
Bahkan, bagi peserta yang terkendala biaya, akan difasilitasi pembiayaan dengan sistem angsuran setelah bekerja.
Arya Bayu Adi Permana, pemuda asal Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, mengaku tak menyangka bisa menjadi peserta terbaik. Alumni SMKN 1 Trenggalek itu mengaku bercita-cita bekerja di Korea Selatan sejak SMP.
“Saya belajar di LPK Solusi Terampil Global sekitar empat bulan. Proses ujian sampai pengurusan paspor dan visa semuanya dibantu dan gratis,” ungkap Arya.
Hal senada disampaikan Sulam, warga Desa Ngerdani, Kecamatan Dongko. Ia bersyukur putrinya bisa menjadi peserta. Bisa kuliah dan bekerja di Korea Selatan tanpa biaya.
“Sebagai petani, kami tidak mungkin mampu membiayai sendiri. Program ini sangat membantu,” ujarnya.
Penulis: Aby Kurniawan
Editor: Solichan Arif





