• Login
Bacaini.id
Friday, August 28, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pemkot Kediri Gelar Rembuk Stunting Tingkat Kota Tahun 2024

ditulis oleh
26 February 2024 18:44
Durasi baca: 2 menit

Bacaini.id, KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri menggelar Rembuk Stunting tingkat kota Tahun 2024, Senin (26/2). Survey Studi Gizi Indonesia menyebut tingkat stunting Kota Kediri tahun 2022 sebesar 14,30 persen.

Sekretaris Daerah Kota Kediri, Bagus Alit mengatakan kondisi stunting di Kota Kediri menurut data Survey Studi Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022 sebesar 14,30 persen. Masih di atas target nasional untuk menurunkan angka stunting tahun 2024 sebesar 14 persen.

Namun demikian, data elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM) terjadi tren penurunan angka stunting di Kota Kediri. Dimana pada tahun 2022, terdapat sebanyak 941 balita stunting. Selanjutnya pada bulan September tahun 2023 turun menjadi 860 balita.

Angka ini kembali turun pada bulan Desember tahun 2023 menjadi 771 balita. “Jadi total keseluruhan pada tahun 2023 ada penurunan sebanyak 170 balita,” kata Bagus Alit.

Ada 10 prioritas kelurahan yang menjadi lokus stunting dan perlu dilakukan intervensi. Kriteria itu terdiri dari; memiliki jumlah keluarga berisiko stunting melebihi rata-rata, memiliki prevalensi stunting melebihi rata-rata, memiliki jumlah kasus stunting melebihi rata-rata, serta memiliki lebih dari 50% indikator esensial menunjukkan cakupan intervensi gizi tergolong kurang.

“Sepuluh kelurahan tersebut adalah Kelurahan Betet, Banaran, Pesantren, Gayam, Blabak, Banjarmlati, Ngletih, Rejomulyo, Manisrenggo dan Mrican. Untuk yang tidak masuk prioritas bukan berarti tidak diperhatikan, semua yang ada status stunting tetap akan ditangani namun yang sepuluh kelurahan ini perlu mendapat perhatian secara khusus,” tuturnya.

Pemkot Kediri telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mulai dari tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan. Bagus juga mengapresiasi TPPS Kota Kediri  yang mendapat peringkat kedua penilaian kinerja terbaik se-Jawa Timur pada tahun 2023.

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Presiden Prabowo Subianto membuka Muktamar ke-35 NU di Ponpes Tambakberas Jombang

Prabowo Tegaskan Tidak Campuri Agenda Muktamar Ke-35 NU

BAZNAS hadir memberikan layanan pada Muktamar ke-35 NU di Jombang

Muktamar ke-35 NU Jombang, BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Beasiswa Santri

Manfaat yoga untuk kesehatan tubuh dan mental

Yoga Bukan Sekadar Olahraga, Ini 7 Manfaatnya untuk Tubuh dan Kesehatan Mental

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In