• Login
  • Register
Bacaini.id
Monday, December 8, 2025
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pelajaran dari Pati, Gaya Komunikasi Pemicu Krisis

ditulis oleh Redaksi
14 August 2025 15:21
Durasi baca: 2 menit
Keajaiban Puasa Manusia dan Binatang

Hari Tri Wasono. Dok. pribadi.

Unjuk rasa masyarakat Pati yang menuntut mundurnya bupati bukan sekadar reaksi terhadap kebijakan kenaikan pajak. Narasi spanduk dan orasi yang disampaikan warga menyimpan kekecewaan atas gaya komunikasi pemimpin yang dinilai arogan, tidak partisipatif, dan minim empati.

Dalam ilmu komunikasi, gaya komunikasi pemimpin bukan hanya soal retorika, tetapi juga cerminan etika dan relasi kuasa. Ketika seorang kepala daerah memilih gaya pengendali yang dominan, instruktif, dan tertutup terhadap kritik, ia bukan hanya mengabaikan aspirasi publik, tetapi juga mempersempit ruang dialog yang seharusnya menjadi fondasi demokrasi lokal.

Teori interaksionisme simbolik mengajarkan bahwa makna dibentuk melalui simbol dan interaksi. Ketika pemimpin menggunakan bahasa yang merendahkan atau gestur yang menunjukkan superioritas, masyarakat menafsirkan itu sebagai bentuk pelecehan terhadap martabat warga. Gaya ini juga bisa memicu resistensi publik karena dianggap tidak partisipatif dan tidak menghargai aspirasi warga.

Studi oleh Aminulloh et al. menunjukkan bahwa perilaku arogan aparat pemerintah berdampak signifikan terhadap sikap apatis dan ketidakpercayaan masyarakat. Komunikasi yang tidak etis, seperti meremehkan kritik atau menggunakan bahasa yang merendahkan, dapat memperburuk hubungan antara pemerintah dan publik.

Jika kebijakan kenaikan pajak disampaikan dengan gaya komunikasi yang tidak empatik, tidak transparan, dan cenderung menyalahkan masyarakat, maka resistensi bukan hanya terhadap kebijakan, tapi terhadap figur pemimpin itu sendiri.

Maka tak heran, demonstrasi menjadi kanal ekspresi kolektif untuk menuntut perubahan, bukan hanya kebijakan, tetapi juga sikap. Sikap seorang pemimpin yang dengan terbuka mengancam dan menantang rakyatnya sendiri. Aksi puluhan ribu masyarakat Pati yang terjadi Rabu, 13 Agustus 2025 adalah gambaran ketegangan komunikasi antara pemerintah dan publik, bukan semata-mata soal substansi kebijakan.

Eskalasi makin tinggi ketika framing media terhadap gaya komunikasi pemimpin yang arogan turut memperkuat persepsi publik terhadap Bupati Pati. Dalam era digital, satu potongan video atau kutipan kontroversial bisa menjadi pemantik kemarahan massal.

Di sinilah pentingnya komunikasi etis dan transparan, bukan sekadar menghindari krisis, tetapi membangun kepercayaan jangka panjang.

Pemimpin publik bukan hanya pengambil keputusan, tetapi juga komunikator utama dalam sistem demokrasi. Ketika komunikasi kehilangan empati, maka kebijakan sebaik apapun akan kehilangan legitimasi. Pati hari ini memberi pelajaran penting, bahwa gaya bicara bisa menentukan nasib seorang pemimpin.

Penulis: Hari Tri Wasono*
*)Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: arogandemo patikomunikasi politikpatisudewounjuk rasa
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

sate kelapa

Resep Sate Kelapa yang Aduhai, Abaikan Asal-usulnya

erupsi semeru

Keganasan Erupsi Semeru Tewaskan 208 Warga Lumajang

Tiga Tren Baru Anak Muda di Kediri, Jangan Ketinggalan

Tiga Tren Baru Anak Muda di Kediri, Jangan Ketinggalan

  • erupsi semeru

    Keganasan Erupsi Semeru Tewaskan 208 Warga Lumajang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Rembang Hapus TPP, Nilai yang Diterima ASN Bikin Ngiler

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resep Klemben yang Ditulis Tahun 1740

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist


Warning: array_sum() expects parameter 1 to be array, null given in /www/wwwroot/Bacaini/wp-content/plugins/jnews-social-share/class.jnews-social-background-process.php on line 112