Bacaini.ID, KEDIRI – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC PA GMNI) Lumajang mengutuk keras terjadinya kekerasan dalam pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) DPD GMNI Jawa Timur di Nganjuk, Minggu, 6 September 2026.
PA GMNI Lumajang menegaskan tindakan kekerasan bertentangan dengan nilai perjuangan, semangat persaudaraan, tradisi intelektual, serta ajaran Bung Karno yang menjadi landasan ideologi GMNI. “GMNI harus menjadi rumah bagi pertarungan gagasan, bukan pertarungan fisik,” tulis Ketua DPC PA GMNI Lumajang dr. Aji Febriakhsan bersama Sekretaris Muhammad Asil Zawawi dalam siaran persnya.
Konferda yang digelar di Pendopo Kabupaten Nganjuk berakhir ricuh setelah terjadi perdebatan mengenai keabsahan surat rekomendasi calon Ketua dan Sekretaris DPD GMNI Jatim. Forum yang seharusnya menjadi ajang konsolidasi berubah menjadi arena pelemparan kursi, intimidasi, hingga dugaan penganiayaan terhadap kader.
Panitia lokal akhirnya menghentikan sidang karena tidak tercapai musyawarah mufakat.
Kericuhan Konferda Jatim menimbulkan luka fisik pada sejumlah peserta dan mencoreng citra GMNI sebagai organisasi mahasiswa yang menjunjung nilai demokrasi. DPC PA GMNI Lumajang menyerukan introspeksi mendalam agar kejadian serupa tidak terulang, serta mendorong penyelesaian masalah secara objektif, transparan, dan sesuai mekanisme organisasi.(htw/edt)




