Bacaini.ID, BLITAR – Seorang perempuan berinisial SP (70) warga Dusun Sethinggil Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar Jawa Timur ditemukan tewas dengan luka bersimbah darah di leher dan perut.
Yulfa Nurohman (41), putra SP yang pertama kali melihat kondisi ibunya yang mengenaskan sontak histeris, berteriak minta tolong. Yulfa diketahui baru pulang dari kerja berdagang bebek.
Peristiwa itu berlangsung pada Senin malam 26 Januari 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Korban ditemukan tewas di kamarnya. Malam itu Yulfa tidak melihat keberadaan istri dan anaknya. Sepeda listrik juga tidak ada di tempatnya.
Baca Juga:
- Perempuan Tewas di Kamar Kos Blitar Dihabisi Pacar Sendiri
- Pembunuh Perempuan Bertato di Blitar Pacar Sendiri
- Perempuan Tewas di Kos Blitar: Minta Dihamili Malah Dianiaya
Didampingi perangkat desa Yulfa melapor ke kepolisian. Dalam waktu cepat, penyebab kematian ibunya terungkap. SP diduga dibunuh oleh NV (21) menantunya sendiri yang tak lain istri Yulfa.
Korban diduga ditusuk dengan gunting yang telah diamankan polisi di lokasi kejadian.
“Kami telah berhasil mengamankan terduga pelaku. Terduga pelaku menantu korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Rudy Kuswoyo kepada wartawan Selasa (27/1/2026).
Motif sakit hati
Terduga pelaku NV ditangkap di sebuah penginapan di wilayah Kabupaten Tulungagung bersama anaknya yang masih berumur 1 tahun.
Ia mendatangi penginapan dengan mengendarai sepeda listrik. Sebelum tertangkap NV berencana kabur ke luar kota dengan bus.
Menurut keterangan Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, motif pembunuhan itu adalah rasa sakit hati pelaku kepada korban. Sakit hati yang lama dipendam.
Terungkap korban SP sebelumnya kerap memperlihatkan sikap kurang suka atas kehadiran pelaku NV di rumahnya, termasuk sering melontarkan kata-kata kasar.
Puncaknya Senin malam 26 Januari 2026. Korban dan pelaku terlibat cekcok mulut. Dalam emosi yang memuncak, korban SP mengusir pelaku NV sembari mengacungkan gergaji.
NV naik pitam dan melawan. Tubuh mertuanya didorong hingga terjatuh di atas tempat tidur. Ia cekik leher korban sekaligus dibekapnya dengan bantal.
NV menyambar gunting yang berada di atas tempat tidur. Ia tusuk leher mertuanya 3 kali. Menusuk perut 2 kali dan 1 kali pada lengan kanan. Akibatnya korban SP tewas.
Usai meluapkan aksinya, NV pergi ke arah Tulungagung dengan mengendarai sepeda listrik dengan membawa anaknya yang berumur 1 tahun. Hanya selang beberapa jam dari peristiwa yang terjadi, terduga pelaku NV berhasil ditangkap.
“Motif utama adalah rasa sakit hati. Korban sering melakukan caci maki,” ujar Kapolres Kalfaris Triwijaya Lalo.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Solichan Arif





