• Login
  • Register
Bacaini.id
Monday, December 8, 2025
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
Bacaini.id

Mitos-mitos Imlek, Mulai Pantang Makan Bubur Hingga Dilarang Keramas

ditulis oleh Editor
26 January 2025 09:41
Durasi baca: 2 menit
Mitos-mitos Imlek, Mulai Pantang Makan Bubur Hingga Dilarang Keramas

Mitos-mitos Imlek, Mulai Pantang Makan Bubur Hingga Dilarang Keramas. (foto ilustrasi/Pinterest)

Bacaini.ID, KEDIRI – Bagi etnis Tionghoa, awal tahun baru Imlek dipercaya akan memengaruhi seluruh tahun yang akan dilewati.

Karenanya, selama perayaan tahun baru Imlek ada beberapa hal yang dianggap tabu dilakukan lantaran diyakini membawa sial setahun ke depan.

Tahun Baru Imlek di Tiongkok dirayakan selama 15 hari dan dikenal sebagai Festival Musim Semi.

Di Indonesia, perayaan puncak Imlek dikenal sebagai Cap Go Meh yang dirayakan tanggal 15.

Dikutip dari China Highlights, berikut beberapa mitos Imlek yang dipercaya hingga saat ini.

Pantang Makan Bubur dan Daging

Bubur dianggap sebagai makanan orang miskin. Karenanya, pantang makan bubur pada tahun baru Imlek.

Memulai tahun dengan ‘kemiskinan’ dianggap sebagai pertanda buruk.

Sementara daging adalah makanan yang tidak disukai dewa-dewa karena harus lebih dulu membunuh (binatang) sebelum mengolahnya sebagai makanan.

Pantangan daging di tahun baru ini terutama dilakukan oleh penganut Buddha.

Pantang Berkata Negatif

Pada saat tahun baru tidak boleh mengatakan kalimat-kalimat negatif. Terutama yang berhubungan dengan kematian, penyakit, kemiskinan, hantu dan lainnya.

Pantang Menyapu dan Buang Sampah

Tanggal 1 tahun baru, pantang untuk menyapu karena dianggap akan ‘menyapu’ kekayaan.

Buang sampah juga dihindari karena diasosiasikan sebagai buang keberuntungan.

Pantang Mencuci dan Potong Rambut

Pada hari tahun baru imlek dilarang mencuci dan potong rambut.

Dalam bahasa Mandarin, rambut memiliki pelafalan yang sama dengan kata yang berarti menjadi kaya.

Karenanya mencuci rambut dianggap akan ‘mencuci harta benda’.

Sementara memotong rambut mitosnya dapat membawa sial bagi keluarga.

Pantang Mencuci Baju

Mencuci baju pada hari pertama dan kedua tahun baru harus dihindari. Kedua hari tersebut dirayakan sebagai hari kelahiran dewa air.

Mencuci pakaian, yang berarti membuang air, dianggap tidak menghormati dewa air, dan bisa menghambat rezeki.

Dilarang Menjahit

Dulu, perempuan banyak yang menjahit untuk pakaian mereka. Pada saat tahun baru, kegiatan ini harus dihentikan.

Memulai tahun baru dengan menjahit dipercaya akan banyak mendatangkan kesulitan. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: makan buburmitosMitos imlekTahun baru Imlek
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

sate kelapa

Resep Sate Kelapa yang Aduhai, Abaikan Asal-usulnya

erupsi semeru

Keganasan Erupsi Semeru Tewaskan 208 Warga Lumajang

Tiga Tren Baru Anak Muda di Kediri, Jangan Ketinggalan

Tiga Tren Baru Anak Muda di Kediri, Jangan Ketinggalan

  • erupsi semeru

    Keganasan Erupsi Semeru Tewaskan 208 Warga Lumajang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Rembang Hapus TPP, Nilai yang Diterima ASN Bikin Ngiler

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resep Klemben yang Ditulis Tahun 1740

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist