Poin Penting:
- Penelitian terbaru menunjukkan minyak peppermint mampu membantu menurunkan tekanan darah
- Kandungan mentol bekerja dengan cara mirip obat penghambat saluran kalsium
- Konsumsi rutin dua kali sehari selama 20 hari disebut aman tanpa efek samping serius
Bacaini.ID, KEDIRI – Hipertensi dikenal sebagai pembunuh senyap yang diam-diam memicu stroke hingga gagal ginjal. Kini penelitian terbaru menemukan minyak peppermint yang berpotensi menjadi terapi alami untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
Baca Juga:
Bagi jutaan orang yang berjuang mengontrol tekanan darah, temuan ilmiah terbaru yang dipublikasikan jurnal ilmiah PLOS One menjadi harapan baru. Penelitian mengungkap ekstrak alami oil peppermint atau minyak peppermint mampu menurunkan tekanan darah signifikan pada orang dewasa yang mengidap hipertensi ringan.
Penelitian ini membuka peluang baru bagi metode pengobatan alternatif yang murah, aman, dan mudah diakses oleh masyarakat luas tanpa harus selalu bergantung pada obat-obatan kimia dosis tinggi.
Peppermint selama ini lebih dikenal sebagai perasa makanan dan minuman, maupun untuk terapi aroma. Namun ternyata, kekayaan senyawa bioaktif yang ada dalam daun peppertmint ampuh untuk melawan hipertensi ringan.
Dua kandungan utama yang menjadi motor penggerak khasiat ini adalah mentol dan kelompok senyawa flavonoid.
Mentol dalam Peppermint Bekerja Mirip Obat Hipertensi
Dikutip dari Sci Tech Daily, dalam dunia medis, salah satu jenis obat kedokteran yang paling sering diresepkan untuk penderita hipertensi adalah obat golongan penghambat saluran kalsium atau calcium channel blockers.
Baca Juga:
Mentol yang terkandung dalam minyak peppermint bekerja dengan cara yang sangat mirip dengan obat kimia tersebut. Mentol mampu memberikan efek relaksasi pada otot-otot di dinding pembuluh darah.
Ketika otot pembuluh darah rileks, pembuluh darah akan melebar, sehingga darah dapat mengalir dengan lebih lancar dan tekanan pada dinding arteri otomatis menurun.
Flavonoid Peppermint Jaga Elastisitas Pembuluh Darah
Flavonoid dalam peppermint bertindak sebagai antioksidan kuat yang melawan peradangan (inflamasi) dan stres oksidatif di dalam sistem kardiovaskular.
Senyawa ini membantu menjaga elastisitas pembuluh darah agar tidak kaku, yang menjadi salah satu penyebab utama melonjaknya tekanan darah seiring bertambahnya usia.
Dalam penelitian mengenai khasiat minyak peppermint tersebut, para peneliti berfokus untuk menguji efektivitas suplemen minyak peppermint harian terhadap sekelompok orang dewasa yang memiliki tekanan darah sedikit di atas batas normal.
Hasilnya didapatkan bahwa kelompok orang yang mengonsumsi suplemen minyak peppermint murni, mengalami penurunan tekanan darah sistolik rata-rata sebesar 8,5 mmHg setelah mengonsumsi dua kali sehari secara rutin selama dua puluh hari berturut-turut.
Tidak hanya itu, hasil akhir menunjukkan bahwa konsumsi minyak peppermint dosis kecil ini tidak hanya efektif menurunkan angka tensi, namun juga sangat aman bagi organ tubuh lain dan memiliki tingkat toleransi yang sangat baik tanpa memicu efek samping negatif.
Penelitian ini menunjukkan bahwa minyak peppermint dapat menjadi alternatif atau terapi pendamping yang menjanjikan bagi penderita hipertensi.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





