• Login
Bacaini.id
Monday, February 2, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Mengenang Soe Hok Gie Sebagai Sejarawan yang Jernih

Soe Hok Gie tidak pernah membiarkan dirinya terpasung dalam tarikan sikap pro dan kontra

ditulis oleh Editor
18 December 2025 00:41
Durasi baca: 3 menit
soe hok gie

Mengenang Soe Hok Gie yang lahir 17 Desember (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Soe Hok Gie. Ia merupakan pemuda aktivis dan sekaligus sejarawan. Seorang penulis sejarah yang tidak pernah membiarkan terpasung dalam tarikan sikap pro dan kontra.

Gie selalu mengedepankan rasionalitas. Begitu yang diungkapkan Ahmad Syafii Maarif dalam kata pengantar buku Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan karya Soe Hok Gie.

“Rasionalitas dan pertimbangan yang jernih merupakan acuan dalam menyusun karya ini,” kata Ahmad Syafii Maarif seperti dikutip Bacaini.id Rabu (17/12/2025).

Baca Juga:

  • Profil Mochtar Lubis, Jurnalis “Penggonggong” Rezim Penindas
  • Profil Mas Marco Kartodikromo, Jurnalis yang Haram Menjilat Kekuasaan

Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan merupakan skripsi Soe Hok Gie dalam meraih gelar sarjana di jurusan Sejarah, Fakultas Sastra Universitas Indonesia Tahun 1969.

Judul aslinya Simpang Kiri dari Sebuah Jalan: Kisah Pemberontakan Madiun September 1948. Kemudian saat dibukukan diubah menjadi Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan.

Dalam kata pengantarnya, Ahmad Syafii Maarif juga memuji Soe Hok Gie sebagai seorang penulis dan sejarawan muda yang berbakat. Sayang, usianya tidak panjang.

Kelahiran Jakarta 17 Desember 1942 itu merupakan adik kandung Arief Budiman (Soe Hok Djin). Ayahnya bernama Salam Sutrawan (Soe Lie Piet) dan ibunya Nio Hoey An.

Anak ke-4 dari 5 bersaudara itu terkenal keras kepala dalam berprinsip. Salah satunya urusan nama. Gie kukuh bertahan dengan nama Tionghoanya. Menolak memakai nama Indonesia.

Soe Hok Gie aktif dalam Gerakan Mahasiswa Sosialis dan Gerakan Pembaruan. Getol menentang praktek korupsi. Kritis terhadap penguasa, baik Orde Lama maupun Orde Baru.

Gie seorang demonstran sekaligus penulis. Piawai mengungkapkan pikirannya dalam artikel politik dan kebudayaan. Pikiran-pikiran yang selalu memihak rakyat dan menentang ketidakadilan penguasa.

Catatan Seorang Demonstran menjadi salah satu karyanya yang terkenal. Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan, Di Bawah Lentera Merah dan Zaman Peralihan juga jadi rujukan yang tak kalah penting.

Soe Hok Gie seorang pecinta alam. Terutama gunung dan aktivitas pendakian. Bersama rekan-rekannya di kampus UI ia memelopori pendirian Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) pada November 1964.

Pada 16 Desember 1969 Gie mendaki gunung Semeru di Jawa Timur bersama beberapa rekan-rekannya. Ia ingin merayakan ulang tahunnya yang ke-27 di puncak gunung.

Namun sayang, semburan gas beracun Semeru menghalangi keinginannya. Soe Hok Gie menutup mata akibat menghirup gas beracun. Meninggal dunia sehari menjelang ultahnya yang ke-27.

Orang kemudian teringat ucapannya yang menyitir filsuf Yunani.

“Nasib baik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tetapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Bahagialah mereka yang mati muda”.

Kalau pada 17 Desember 2025 ini Soe Hok Gie masih ada, ia akan merayakan ultahnya yang ke-83 tahun. Met ultah Gie!.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: mengenang soe hok gie
Via: gie
Tags: bacaini.idSEJARAHsoe hok gie
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kendaraan mengantre pengisian BBM non-subsidi di SPBU Pertamina usai update harga BBM terbaru Februari 2026

Update Harga BBM Terbaru: Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Dexlite Turun Harga

Wisata susur Sungai Maron Pacitan

Wisata Pacitan Selain Pantai, Cocok untuk Keluarga dan Pencari Ketenangan

Doding Rahmadi resmi menjabat Ketua KONI Trenggalek periode 2026–2028

Rangkap Jabatan Tak Jadi Soal, Doding Rahmadi Sah Jadi Ketua KONI Trenggalek

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pra‑Musim MotoGP 2026 Resmi Dimulai, Semua Gaspol Mulai Februari!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JLS Rempi Kediri Bangkitkan Ekonomi Lokal, 115 UMKM Ramaikan Ruang Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In