• Login
Bacaini.id
Wednesday, August 5, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Mengagumkan, Deretan Benda Peninggalan Pendiri NU Yang Masih Utuh

ditulis oleh
29 March 2023 19:32
Durasi baca: 3 menit
Gus Riza (tengah) menunjukkan tongkat peninggalan KH Hasyim Asyari. Foto:Bacaini/Syailendra

Gus Riza (tengah) menunjukkan tongkat peninggalan KH Hasyim Asyari. Foto:Bacaini/Syailendra

Bacaini.id, JOMBANG – Hari ini 7 Ramadhan 1366, pendiri organisasai Nahdlatul Ulama Hadratussyaih KH Hasyim Asyari meninggal dunia. Pahlawan Nasional sekaligus ulama besar ini meninggalkan sejarah luar biasa, yang masih dikenang hingga sekarang.

Meski telah wafat 78 tahun silam, makam KH Hasyim Asyari yang berada di dalam komplek Ponpes Tebuireng Jombang masih ramai dikunjungi ribuan orang dari seluruh pelosok negeri. Selain berdoa, mereka ingin melihat langsung benda peninggalan Mbah Hasyim yang terawat dengan baik.

Salah satunya adalah tongkat KH Hasyim Asyari yang sempat menjadi cikal isyarat berdirinya NU. Tongkat tersebut didapat dari sang guru Mbah Kholil Bangkalan, pendiri Pondok Pesantren Kademangan, Bangkalan, Madura.”Saya merawat sejumlah barang peninggalan Mbah Hasyim, salah satunya tongkat beliau,” ujar Gus Riza Yusuf Hasyim, cucu KH Hasyim Asyari kepada Bacaini.id.

Tongkat yang tersimpan di rumah Gus Riza di Jalan Kenanga Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jombang ini menjadi saksi sejarah perjalanan sang kiai.

Sebelum pendirian NU, Mbah Kholil memberikan tongkat dan tasbih untuk KH Hasyim Asyari. Ini adalah bentuk restu sekaligus dukungan guru kepada muridnya yang akan mendirikan jam’iyah. Peristiwa itu terjadi setelah dua tahun berdirinya Pesantren Tebuireng di Jombang, sekitar tahun 1924.

Tongkat itu tersimpan rapi di dalam kotak kaca berbungkus kain warna hijau. Selain tongkat, rumah Gus Riza juga menyimpan barang peninggalan Mbah Hasyim lainnya.

Gus Riza mengaku mendapatkan tongkat tersebut dari ayahnya KH Yusuf Hasyim. Barang tersebut diterimanya masih dalam kondisi bersih mengkilat. Terdapat sedikit goresan di bagian dekat pegangan, yang kemungkinan terbentur saat diletakkan waktu sholat di masjid. Tongkat ini biasa digunakan Mbah Hasyim dari rumah ke masjid. “Mungkin terbentur saat ditaruh di cantelan masjid,” tutur Gus Riza.

Selain tongkat, ada almari berbahan jati besar yang biasa digunakan untuk menaruh pakaian. Almari berada tak jauh dari tongkat yang tersimpan di lemari kaca berkerangka kayu jati. Saat ini lemari tersebut digunakan menyimpan koleksi buku dan tulisan karya Mbah Hasyim.

Tulisan tersebut sebagian berbentuk bulletin Soeara Moeslimin Indonesia yang memuat tulisan Mbah Hasyim tentang perjuangan.

Selain tongkat dan almari, ada pula tiga kursi yang digunakan Mbah Hasyim semasa hidup. Kursi tersebut ditemukan Gus Riza dalam kondisi rusak sebelum akhirnya dirangkai kembali. “Kursi itu hancur saat saya temukan,” katanya.

Ada pula sejumlah peralatan dapur yang digunakan untuk menjamu tamu yang juga terawat. Diantaranya entong nasi berbahan perunggu dan dandang untuk menanak nasi.

Pengunjung yang ingin melihatnya bisa melihat di Museum Islam Nusantara Hasyim Asyari (MINHA) di Dusun Seblak, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jombang. Tepatnya di belakang Pondok Putri Tebuireng yang diasuh oleh KH Fahmi Amrullah Hadzik. “Benda yang disimpan di museum itu duplikatnya,” kata Gus Riza.

Penulis: Syailendra
Editor: Hari Tri Wasono

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: hasyim asyaripendiri NUponpes tebuireng jombang
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Suasana Desa Wisata Penglipuran di Bangli Bali yang akan ditutup sementara pada 6 September 2026 untuk pelaksanaan Upacara Melasti

Desa Wisata Penglipuran Ditutup 6 September, Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

VP KAI Daop 7 Madiun Ali Afandi melakukan inspeksi jalur kereta api Madiun-Kertosono menggunakan lori dresin

VP Daop 7 Madiun Inspeksi Jalur Madiun-Kertosono Demi Keselamatan

Jepang Resmi Bentuk Badan Intelijen Pertama Sejak Perang Dunia II

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In