• Login
Bacaini.id
Thursday, May 28, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Menelisik Kehidupan Masyarakat Penghayat di Tulungagung

ditulis oleh Editor
4 June 2022 19:19
Durasi baca: 2 menit
Ketua MLKI Tulungagung, Sukriston. Foto: Bacaini/Setiawan

Ketua MLKI Tulungagung, Sukriston. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Ditengah perkembangan zaman, ternyata aliran kepercayaan atau penghayat semakin digandrungi kawula muda di Tulungagung. Meskipun penghayat ini tidak semuanya murni, karena mereka juga memiliki identitas agama formil yang telah melekat.

Ketua Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Tulungagung, Sukriston mengatakan bahwa di Tulungagung terdapat 16 paguyuban penghayat berbadan hukum nasional dan 8 paguyuban penghayat lokal. Saat ini total keseluruhan ada sekitar 30.000 orang penghayat di Tulungagung.

Ktiston menyebutkan ada bermacam-macam paguyuban di Tulungagung, seperti Penghayat Perjalanan, Saptodarmo, Jowo Dipo, Sumara, Subut, Sapto Silo, Manunggaling Kawula Gusti, Pamu, RSBI, UPDKK, Paham Pribadi dan yang lainnya.

Menurutnya, rata-rata warga yang mengikuti penghayat juga memeluk agama formil. Pasalnya, penghayat di Tulungagung merupakan budaya panembahan, dimana keberadaan penghayat bukan menonjolkan identtas penghayatnya, melainkan lebih menonjolkan perannya.

“Penghayat di Tulungagung sudah terkondisikan sejak tahun 2000an. Memang kami lebih menonjolkan peran dari pada indentitas. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya benturan. Maka dari itu, di Tulungagung ini kami merasa damai tanpa ada diskriminasi,” kata Kriston kepada Bacaini.id, Sabtu, 4 Juni 2022.

Disinggung tekait akses warga penghayat terhadap fasilitas publik, pria berkacamata itu mengungkapkan bahwa saat ini penghayat bisa mencantumkan aliran kepercayaan pada KTP mereka melalui Dispendukcapil Tulungagung.

Dikatakannya, saat ini sudah ada sekitar 100 KTP warga penghayat di Tulungagung yang menunjukkan agama mereka. Karena menurut beberapa pemahaman warga penghayat, Adminduk bukanlah hal yang terlalu penting.

“Warga penghayat yang sudah mencatatkan aliran kepercayaan pada KTPnya rata-rata adalah mereka yang berwirausaha dan sudah berumur. Sehingga tidak ada hambatan, baik secara sosial ataupun lingkup pekerjaan,” terangnya.

Namun untuk warga penghayat remaja, hingga sekarang memang masih belum ada yang mencatatkan aliran agama pada KTP mereka. Kriston juga mengakui bahwa sampai saat ini belum ada lembaga pendidikan yang memberikan fasilitas pendidikan bagi putra-putri penghayat di Tulungagung.

Laki-laki berusia 68 tahun itu menambahkan, jika dulu sempat ada salah satu lembaga pendidikan di Kecamatan Bandung yang memasukkan pelajaran aliran kepercayaan untuk putra-putri penghayat, namun hal itu tidak bertahan lama.

“Di sekolah-sekolah memang sekarang ini belum ada, tapi kalau aturan layanan pendidikan sebenarnya sudah ada dari Peraturan Menteri hingga turunannya. Di dalamnya juga sudah diatur terkait penyuluhannya, yakni penyuluh kepercayaan dan penyuluh terampil,” pungkasnya.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: masyarakat penghayatTulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi cara menyimpan daging kurban di freezer menggunakan plastik zip lock agar tetap awet dan higienis

5 Cara Menyimpan Daging Kurban agar Awet 6 Bulan, Jangan Dicuci Sebelum Masuk Freezer

Petugas dan warga berada di lokasi ledakan petasan balon udara di Dusun Tekik Gandusari Blitar

Ledakan Petasan Balon Udara di Blitar Tewaskan 1 Warga dan Lukai 2 Anak

Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In