• Login
Bacaini.id
Monday, May 25, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Memahami Alasan dan Tujuan Teror Bangkai Binatang, Psikopat?

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
26 March 2025 07:00
Durasi baca: 2 menit
Memahami Alasan dan Tujuan Teror Bangkai Binatang, Psikopat? (foto ilustrasi/Pinterest)

Memahami Alasan dan Tujuan Teror Bangkai Binatang, Psikopat? (foto ilustrasi/Pinterest)

Bacaini.ID, KEDIRI – Geger kiriman paket berisi bangkai binatang, yakni kepala babi dan tikus mati ke kantor Tempo memunculkan banyak spekulasi.

Terlepas dari unsur politis, teror dengan mengirimkan benda-benda menjijikkan atau melakukan panggilan telepon anonim, menunjukkan adanya masalah psikologis pada peneror.

Dikutip dari Quora, berikut beberapa alasan dan tujuan seseorang melakukan teror.

Kontrol dan Kekuasaan

Perilaku teror sering kali didorong oleh keinginan untuk mengendalikan seseorang atau sesuatu.

Mengirim barang-barang yang mengganggu atau melakukan panggilan telepon yang meresahkan merupakan cara peneror menunjukkan kekuasaan dan menimbulkan rasa takut, sehingga menguatkan dominasi.

Obsesi

Pelaku mungkin memiliki obsesi yang tidak sehat terhadap korbannya. Tindakan teror bisa jadi manifestasi dari obsesi mereka.

Pelaku berpikir bahwa tindakan tersebut entah bagaimana akan mendekatkan korban atau setidaknya menimbulkan reaksi.

Komunikasi

Pelaku teror menganggap tindakan mereka sebagai bentuk komunikasi. Tujuannya untuk menyampaikan perasaan atau maksud mereka.

Dengan mengirim benda-benda yang mengejutkan, mereka berharap adanya respons dari korban sekaligus menyadari kehadiran mereka.

Kurangnya Empati

Pelaku teror seringkali merupakan orang yang kesulitan berempati.

Sulit bagi mereka untuk memahami bagaimana tindakan mereka memengaruhi korban.

Mereka mungkin tidak melihat bahaya dalam perilaku mereka atau mungkin merasionalisasikannya dalam pikiran mereka.

Menantang adrenalin

Bagi beberapa pelaku teror, tindakan tak terpuji ini mereka anggap mengasyikkan.

Mereka menikmati hal-hal beresiko yang mereka lakukan untuk menantang adrenalin.

Ini yangenimbulkan dorongan bertindak tidak rasional dan kontraproduktif.

Masalah kesehatan mental

Perilaku tidak biasa ini dapat dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan mental, seperti gangguan kepribadian atau gangguan delusi.

Kondisi ini dapat mendistorsi persepsi pelaku teror terhadap realitas. Juga mendorong mereka untuk terlibat dalam tindakan aneh atau berbahaya.

Persepsi yang salah

Pelaku teror mungkin memiliki persepsi yang menyimpang tentang bagaimana terhubung dengan orang lain atau lingkungan sosial.

Mereka berpikir bahwa tindakan teror yang mereka lakukan, entah bagaimana akan membuat orang lain memahami maksud dan keinginan mereka. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bocor aluspsikopatTempoterorteror babiteror bangkaiteror tikus
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi teror pocong. Foto: bacaini by AI

Teror Pocong, Hoaks yang Menjadi Modus Kriminal

Kepiting berjalan menyamping di pasir pantai sebagai hasil evolusi sejak Periode Jura Awal

Terjawab Mengapa Kepiting Berjalan Menyamping

Ilustrasi pelabuhan kuno Barus di pesisir Sumatra dengan perdagangan kapur barus pada masa dunia kuno

Jejak Kapur Barus dari Sumatra yang Diburu Dunia Kuno, Nama Barus Tercatat 1.800 Tahun Lalu

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In