• Login
Bacaini.id
Monday, March 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Viral Mati Konyol Demi Konten: Kreator 51 Tahun Tewas Usai Santap Kepiting Beracun

Rekam aksi makan ‘Devil Crab’ demi konten ekstrem, kreator Filipina ini alami kebas, kejang hingga gagal napas akibat racun mematikan Tetrodotoxin

ditulis oleh Editor
12 February 2026 17:50
Durasi baca: 3 menit
Kreator Filipina sebelum makan kepiting beracun untuk konten

Konten kreator Filipina meninggal dunia setelah mengonsumsi kepiting beracun jenis Xanthidae demi konten ekstrem (foto/ist)

Bacaini.ID, FILIPINA – Seorang konten kreator kuliner asal Filipina, Emma Amit (51), meninggal dunia setelah diduga mengonsumsi kepiting beracun.

Sebagian kalangan menyebut yang dilakukan konten kreator ini sebagai perbuatan mati konyol demi sebuah konten

Sebab di masyarakat lokal Filipina, kepiting yang disantap itu sudah terkenal sebagai ‘Devil Crab’ atau kepiting setan lantaran beracun.

Peristiwa tragis itu terjadi di wilayah pesisir Filipina pada awal Februari 2026.

Baca Juga:

  • Racun Jadi Senjata Paling Mematikan 5 Hewan ini
  • Ini Makanan Ekstrem di Dunia: Hanya Untuk yang Bernyali

Berdasarkan laporan media internasional, termasuk yang dimuat New York Post, insiden bermula pada Selasa, 3 Februari 2026, ketika Emma pergi ke kawasan hutan bakau bersama sejumlah rekannya untuk mencari ikan dan kepiting.

Dalam kesempatan itu ia menemukan kepiting yang diyakini berasal dari keluarga Xanthidae, kelompok kepiting yang diketahui mengandung racun berbahaya, seperti Tetrodotoxin.

Emma kemudian merekam aksinya saat mengonsumsi kepiting tersebut. Rekaman itu diduga dibuat sebagai konten uji nyali atau eksplorasi makanan ekstrem untuk diunggah ke media sosial.

Mulut Kebas Setelah Makan Kepiting

Masih pada sore hari yang sama, Emma mulai merasakan gejala awal berupa mati rasa di bibir dan lidah. Gejala tersebut dikenal sebagai tanda khas keracunan Tetrodotoxin, racun saraf yang dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan kelumpuhan.

Menurut keterangan yang beredar, Emma sempat pulang ke rumah setelah merekam video tersebut.
Namun pada Rabu, 4 Februari 2026, kondisinya memburuk. Ia mengalami kejang-kejang dan kesulitan bernapas hingga akhirnya dilarikan ke fasilitas kesehatan setempat.

Meski sempat mendapatkan perawatan medis, nyawanya tidak tertolong. Emma dinyatakan meninggal dunia pada Kamis, 5 Februari 2026, atau dua hari setelah mengonsumsi kepiting beracun yang ia dapatkan. 

Video Konten Jadi Petunjuk Awal Penyebab

Beberapa rekaman video dokumentasi yang dilakukan Emma untuk kebutuhan konten media sosialnya pada akhirnya menjadi petunjuk penting bagi keluarga dan otoritas setempat dalam mengidentifikasi jenis kepiting yang ia dikonsumsi.

Dalam videonya, terlihat momen saat Emma dan beberapa orang lainnya berburu ikan dan kepiting di hutan bakau, membersihkan hasil tangkapannya, hingga proses memasak. Dan salah satu video merekam aktivitas Emma saat ia menunjukkan kepiting ke arah kamera sebelum memakannya.

Laporan menyebutkan, sesaat setelah perekaman selesai, ia mulai mengeluhkan sensasi kebas di mulut, gejala awal yang konsisten dengan paparan racun saraf.

Video tersebut sempat beredar luas di media sosial dan menjadi viral, memicu peringatan keras dari otoritas kesehatan setempat agar masyarakat tidak mengonsumsi hewan laut beracun demi konten atau sensasi di dunia maya.

Kepiting Xanthidae Dikenal Beracun

Beberapa spesies dalam keluarga Xanthidae, seperti Zosimus aeneus dan Demania cultripes, diketahui dapat mengandung Tetrodotoxin, racun saraf kuat yang juga ditemukan pada ikan buntal.

Racun ini tidak hancur oleh proses memasak dan dapat menyebabkan kelumpuhan otot, gagal napas, hingga kematian.

Ironisnya, Emma disebut merupakan seorang nelayan berpengalaman. Keluarga dan tetangganya diketahui memahami bahwa jenis kepiting tersebut beracun. Namun, diduga demi membuat konten yang menarik perhatian publik, ia tetap nekat mengonsumsinya.

Otoritas kesehatan setempat kemudian mengeluarkan peringatan resmi kepada masyarakat agar tidak meniru tindakan berbahaya demi popularitas di media sosial.

Peristiwa ini kembali menyoroti fenomena konten ekstrem di platform digital, yang dalam beberapa kasus berujung pada risiko serius terhadap keselamatan pembuatnya.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: konten kreator mati konyol
Via: konten kreator filipina
Tags: devil crabemma amitFilipinakepiting beracunkonten ekstremmati konyol demi konten
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Proses penyelamatan nelayan oleh Basarnas Trenggalek

4 Jam Terapung dengan Jeriken, Nelayan Situbondo Selamat Usai Kapal Pecah Dihantam Ombak

Kabupaten Magetan Resmi Memiliki Sirkuit Balap Senilai Rp.25 Milyar

Ilustrasi perlawanan warga di Tretes. Foto: bacaini by AI

Ketika Hutan, Air, dan Warga Berhadapan dengan Villa di Lereng Tretes

  • Muscab PKB Blitar 2026 berlangsung tertutup dengan lima kandidat ketua DPC

    Muscab PKB Blitar Penuh Kejutan, Nasa Barcelona Tantang Gus Tamim di Bursa Ketua DPC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Ucapan Idul Fitri 2026 Paling Lengkap dan Tinggal Copas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Cukup Dalih Mak Rini Tak Mencalonkan di Muscab PKB Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In