• Login
Bacaini.id
Sunday, May 31, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Masuk Musim Tanam, Petani di Jombang Gelar Upacara Penangkal Petir

ditulis oleh
4 January 2021 13:05
Durasi baca: 2 menit
Kue Clorotan yang memiliki filosofi penangkal petir (Foto : bacaini.id/Syailendra)

Kue Clorotan yang memiliki filosofi penangkal petir (Foto : bacaini.id/Syailendra)

JOMBANG  –  Petani di Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Jombang memiliki tradisi kenduri unik dalam menyongsong musim tanam. Mereka menggelar kenduri dengan suguhan jajanan khas seperti clorotan, brondong hingga kerupuk.

Sesepuh Desa setempat, Mbah Lawi mengatakan, semua menu ini diyakini mememiliki filosofi penolak balak. Terutama petir yang mengancam petani saat musim penghujan. “Tujuannya untuk menangkal petani petani kita saat bekerja di sawah memulai tanam padi,” ujarnya kepada bacaini.id, Senin, 4 Januari 2020.

Menurut Mbah Lawi dalam prakteknya, seluruh jajanan tersebut dibentuk menyerupai tumpeng. Selain itu ada satu makanan yang wajib yakni kue clorotan. Kue ini berbentuk mirip terompet yang terbuat dari tepung terbungkus daun kelapa muda. Kemudian kue pasung, semacam jenang beras bercampur nangka yang dibungkus daun nangka. Kemudian jajanan brondong bisa brondong jagung ataupun brondong ketan, terakhir menu wajib lainnya adalah krupuk.

Semua jenis kue ini memiliki filosofi untuk menolak balak saat petani memulai melakukan aksi tanam, terutama di musim penghujan. Seperti kue clorotan dipercaya bisa menolak sambaran petir. Kemudian  kue pasung untuk menolak guruh dan  kue brondong untuk menolak longsor. Terakhir  kerupuk untuk menolak terjangan angin kencang. “Di harapkan petani  terhindar dari empat macam balak tersebut ketika tengah  mengolah sawah,” jelasnya.

Acara clorotan diawali dengan berbagai penjelasan tujuan dan makna clorotan. Dilanjutkan dengan pembacaan oleh sesepuh dan tokoh agama. Pembacaan doa dikhususkan kepada  Sunan Kudus yang diyakini sebagai wali yang membuka dusun banjarsari. Barulah tumpeng jajanan pasar di makan bersama-sama.

Biasanya seluruh kebutuhan kue dan jajanan khas ini dimasak oleh para ibu-ibu di desa tersebut pagi hari sebelumnya. Agar tidak ketinggalan saat ritual clorotan sesuai waktu yang ditentukan.

Sementara itu, untuk kue clorotan sendiri pembuatannya tidak terlalu sulit, yakni adonan tepung beras dicampur santan kelapa dan gula dimasukkan dalam selongsong daun kelapa muda mirip terompet. Kemudian dikukus hingga masak. Sedangkan bahan-bahan kue pasung,  tepung beras, mutiara,  santan kelapa dan gula. Bahan tersebut diaduk jadi satu  adonan yang kemudian  dimasukkan pada selongsong daun nangka. Kemudian dikukus sampai matang hingga bisa dihidangkan.

Ritual clorotan di desa ini merupakan ritual tahunan yang telah digelar petani Dusun Banjarsari sejak tahun 1950 silam. Berkat doa yang dipanjatkan kepada yang Allah SWT, selama ini tidak pernah ada petani setempat yang tertimpa balak tersambar petir, angin kencang ataupun balak lainnya.

Penulis : Syailendra
Editor : Karebet

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Berita JombanjombangMusim tanam
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Petis khas Jawa Timur dalam wadah tradisional yang menjadi bumbu legendaris sejak era Majapahit

Sejarah Petis Jawa Timur, Bumbu Warisan Majapahit Sejak Abad ke-10

Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

Latihan squat untuk menjaga kesehatan otot bokong atau glutes

Otot Bokong Ternyata Pengaruhi Umur Panjang, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In