• Login
Bacaini.id
Sunday, May 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Marsha Alya Zahra, Penyanyi Tulungagung Yang Memikat Maestro Jazz

ditulis oleh
6 April 2021 16:32
Durasi baca: 2 menit
Marsja Alya Zahra saat launching album di Tulungagung. Foto: Ist

Marsja Alya Zahra saat launching album di Tulungagung. Foto: Ist

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Maestro jazz Idang Rasjidi menggaet penyanyi remaja asal Tulungagung untuk membawakan karyanya. Tak sekedar aransemen, Idang juga memproduseri album yang dinyanyikan Marsha Alya Zahra.

Di tengah lesunya industri musik tanah air akibat pandemi, musisi jazz Idang Rasjidi tak berhenti berkarya. Sebuah album jazz bertajuk  “Hanya Ilusi” dirilis dengan konsep milenial. Kali ini Idang menggaet Marsha Alya Zahra, penyanyi berusia 14 tahun asal Tulungagung, Jawa Timur.

Sebanyak tujuh lagu diciptakan Idang Rasjidi di album ini. Menyesuaikan dengan karakter Marsha yang kanak-kanak dan ceria, komposisi lagu dibuat “seramah” mungkin untuk anak muda. “Easy listening dan mudah diingat,” kata Marsha Alya Zahra saat berbincang dengan Bacaini.id di Tulungagung, Selasa 6 April 2021.

Keputusan Idang Rasjidi mempercayakan lagu-lagunya kepada Marsha cukup beralasan. Meski berusia belia kemampuan dan karakter vokal dara kelahiran Surabaya 4 November 2006 ini cukup istimewa.

Sebanyak tujuh lagu yang diciptakan dan diaransemen Idang Rasjidi mampu diterjemahkan dengan riang oleh Marsha. Alhasil komposisi album jazz ini jauh dari kesan berat. Lagu bertajuk Hanya Ilusi menjadi gacoan album ini, selain enam karya emas lainnya. Yakni Tak Semua Mimpi, Selamat Pagi Dunia, Peradaban, Pemimpi, Narsis, dan Resah.

“Tema-tema lagunya beragam, ada yang mengisahkan romansa hingga merespon kondisi zaman,” terang Marsha.

Bertemu Idang Rasjidi

Tumbuh di daerah yang jauh dari industri musik tak membuat minat Marsha dalam bermusik kendur. Anak pasangan Eko Sudharmono dan Sandra Fitriani ini sudah bernyanyi sejak duduk di bangku kanak-kanak.

Ketertarikan Marsha pada genre jazz muncul saat bersekolah di SMP. Minat ini muncul saat mendengar referensi musik kakaknya Rayhan Belva Mahdi yang juga pemain saxophone. Sejak itulah Marsha jatuh cinta pada jazz.

Hingga suatu ketika petaka yang sekaligus berkah bagi Marsha terjadi saat mengisi acara Jazz Day di Tulungagung. Kala itu Marsha yang dijadwalkan tampil diringi band mengalami kendala teknis. Untuk menyelamatkan pertunjukan, Marsha tetap menyanyi dengan diiringi piano oleh Idang Rasjidi. “Saat itu Opa Idang juga hadir di acara tersebut,” terang Marsha.

Di situlah Idang Rasjidi kepincut dengan karakter vokal dan gaya Marsha bernyanyi. Sedikit tomboi namun energik, membuat lagu yang dinyanyikan Marsha menjadi asyik didengar.

Tertarik dengan komposisi ini? Simak di channel YouTube Marshaofficial dan website https://marshao­fficial.com. (HTW)

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: idang rasjidimarsha alya zahramusik jazzTulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Hamparan bunga liar berwarna-warni di Namaqualand saat musim semi

Wisata Bunga Liar Mendunia: Alternatif Selain Sakura, Ini Destinasi Terbaiknya

Ilustrasi Gojek. Foto: istimewa

Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Gojek-Grab, Ini Perhitungannya

Musik menjadi cara paling populer untuk meredakan stres menurut studi terbaru di Amerika Serikat (foto/ist)

Musik Linkin Park hingga Taylor Swift Jadi Pereda Stres, Ini Hasil Studinya

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In