Poin Penting:
- Serat sawo terbukti secara klinis mengurangi radang lambung sebesar 26%, meskipun bukan sebagai obat instan untuk gastritis
- Kandungan pektin yang tinggi berfungsi sebagai prebiotik untuk menjaga kesehatan dinding usus
- Kandungan gula alami buah sawo yang tinggi (14–20g/100g) mengharuskan penderita diabetes membatasi konsumsinya
Bacaini.ID, KEDIRI – Buah sawo (sapodilla) dikenal kaya akan nutrisi dan ramah bagi pencernaan. Belakangan beredar klaim bahwa manfaat buah sawo untuk lambung mampu meredakan peradangan hingga 26 persen hanya dalam empat minggu. Kandungan serat larut disebut memberi makan bakteri baik dalam usus.
Apakah fakta medis ini benar-benar valid, atau sekadar salah paham?
BACA JUGA: Konsumsi Buah-buahan Jangan Asal, Ini Porsi yang Dianjurkan
Kandungan Serat Larut Buah Sawo dan Perannya untuk Usus
Salah satu keunggulan buah sawo adalah kandungan seratnya. Dalam 100 gram sawo matang terdapat sekitar 5 gram serat, sebagian berupa serat larut (soluble fiber) seperti pektin.
Serat larut berfungsi sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi mikroorganisme baik yang hidup di dalam usus. Ketika bakteri baik mencerna serat tersebut, mereka menghasilkan short-chain fatty acids (SCFA) seperti butirat yang berperan menjaga kesehatan dinding usus dan membantu mengendalikan proses peradangan. Karena itu, konsumsi buah yang kaya serat, termasuk sawo, memang dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.
BACA JUGA: Buah-buahan Jawa Timur Kuasai Pasar Ekspor Dunia, Simak Apa Saja
Manfaat ini juga didukung oleh berbagai penelitian mengenai peran serat pangan terhadap kesehatan saluran cerna. Salah satu penelitian dalam Journal of Functional Foods menyebutkan bahwa serat larut pada sawo mampu menurunkan peradangan lambung hingga 26 persen dalam empat minggu.
Namun, angka tersebut tidak bisa langsung diartikan bahwa semua orang yang makan sawo akan mengalami penurunan peradangan lambung sebesar itu. Artinya, angka tersebut tidak dapat digeneralisasi menjadi manfaat pasti bagi seluruh orang.
Hingga saat ini, belum ada rekomendasi dari organisasi kesehatan besar yang menyebut buah sawo sebagai terapi khusus untuk mengatasi gastritis atau radang lambung.
Mengapa Serat Sawo Tetap Penting bagi Pencernaan?
Sawo memiliki manfaat nyata bagi kesehatan adalah fakta, meskipun klaim dapat menurunkan peradangan lambung hingga 26 persen tetap harus disikapi dengan bijak.
Serat diketahui memiliki berbagai fungsi penting, antara lain:
- membantu melancarkan buang air besar
- meningkatkan populasi bakteri baik
- menjaga integritas lapisan usus
- membantu mengontrol kadar kolesterol
- memperlambat penyerapan gula
Karena itu, konsumsi buah berserat, termasuk sawo, tetap menjadi bagian dari pola makan yang dianjurkan. Selain serat, sawo mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti vitamin C, polifenol, tanin dan flavonoid.
Senyawa-senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Beberapa penelitian laboratorium juga menunjukkan ekstrak sawo memiliki sifat antiinflamasi. Namun, efek tersebut belum tentu sama dengan manfaat yang diperoleh hanya dari mengonsumsi buah segarnya.
Waspada Kandungan Gula Buah Sawo yang Cukup Tinggi
Di balik berbagai manfaatnya, sawo juga memiliki kandungan gula alami yang relatif tinggi dibanding beberapa buah lain.
Dalam 100 gram sawo matang terdapat sekitar 14–20 gram gula alami, tergantung tingkat kematangannya. Karena itu, penderita diabetes atau orang yang sedang mengontrol asupan gula tetap dianjurkan mengonsumsi sawo dalam jumlah wajar. Mengonsumsi buah secara berlebihan tetap dapat meningkatkan asupan kalori harian, meskipun berasal dari sumber alami.
Jadi, meskipun sawo baik untuk kesehatan usus dan lambung, namun tetap harus memperhatikan jumlah konsumsi agar tidak menimbulkan masalah kesehatan lain yang mungkin saja terjadi. Pola makan seimbang, gaya hidup sehat, dan penanganan medis pada kondisi tertentu, tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif
BACA JUGA: Tan Malaka Melihat Pan Islamisme sebagai Perlawanan Terhadap Kapitalisme dan artikel lainnya di Rubrik BACAGAYA




