• Login
Bacaini.id
Saturday, July 18, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Penelitian: Lingkungan Tempat Tinggal Pengaruhi Risiko Penyakit Jantung

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
18 July 2026 06:05
Durasi baca: 4 menit
Ilustrasi seseorang berada di lingkungan perkotaan dengan polusi udara yang dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung menurut penelitian terbaru

Penelitian terbaru menunjukkan lingkungan tempat tinggal sejak usia muda memiliki pengaruh besar terhadap risiko penyakit jantung di masa depan (foto/magnific)

Poin Penting:

  • Penelitian Northwestern Medicine menemukan lingkungan tempat tinggal saat usia 20–30 tahun berpengaruh besar terhadap risiko penyakit jantung pada usia paruh baya hingga lanjut
  • Lingkungan dengan stres tinggi, polusi, minim ruang olahraga, dan akses makanan sehat yang buruk meningkatkan risiko kalsifikasi arteri koroner
  • Dampak lingkungan bahkan tetap terlihat setelah memperhitungkan faktor individu seperti merokok, pola makan, dan aktivitas fisik

Bacaini.ID, KEDIRI – Siapa sangka, risiko penyakit jantung ternyata tidak hanya ditentukan oleh kebiasaan merokok atau pola makan. Penelitian terbaru mengungkap lingkungan tempat tinggal sejak usia muda dapat meninggalkan “jejak biologis” yang memengaruhi kesehatan jantung hingga puluhan tahun kemudian.

BACA JUGA: ML Dua Kali Seminggu Tekan Risiko Penyakit Jantung, Benarkah?

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan jurnal Nature Communications pada Maret 2026 menyebut lingkungan tempat tinggal awal seseorang memasuki usia dewasa menentukan risiko penyakit jantung pada beberapa dekade kemudian.

Penelitian oleh para ahli dari Northwestern Medicine ini menunjukkan bahwa lingkungan tempat seseorang di awal masa dewasa bukan sekadar latar belakang kehidupan, melainkan faktor determinan yang aktif membentuk kesehatan sistem kardiovaskular seseorang di masa depan.

Selama ini, bidang kardiologi sering berfokus pada faktor risiko yang bersifat individual. Pendekatan ini sangat masuk akal, mengingat perilaku seperti diet tinggi lemak atau gaya hidup sedenter (kurang gerak) memiliki korelasi langsung dengan risiko penyakit jantung. Namun, pendekatan ini memiliki keterbatasan karena sering kali mengabaikan konteks di mana individu tersebut membuat pilihan tersebut.

Dikutip dari Scitechdaily, Dr. Lifang Hou, profesor Kedokteran Preventif dan Pediatrik di Northwestern Medicine, mengidentifikasi adanya kesenjangan pengetahuan yang kritis. Kurangnya pemahaman lingkungan sosial, tempat di mana seseorang bekerja, bermain, dan beristirahat, berinteraksi dengan biologi manusia seiring berjalannya waktu.

Penelitian ini memelopori penggunaan ‘indeks determinan sosial kesehatan lingkungan’ yang komprehensif. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang mungkin hanya melihat satu faktor, seperti pendapatan rumah tangga atau tingkat pendidikan di suatu wilayah, indeks baru ini menggabungkan berbagai karakteristik lingkungan secara simultan.

Hal ini memungkinkan peneliti untuk menangkap dampak kumulatif dari lingkungan lokal terhadap kesehatan jantung dengan jauh lebih akurat.

Studi CARDIA Ungkap Dampak Lingkungan hingga Puluhan Tahun

Kekuatan utama dari temuan ini terletak pada penggunaan data dari studi CARDIA (Coronary Artery Risk Development in Young Adults). CARDIA merupakan studi kohort jangka panjang yang melacak bagaimana faktor perilaku, lingkungan, serta faktor ras dan jenis kelamin memengaruhi perkembangan penyakit kardiovaskular dan proses penuaan selama beberapa dekade.

Dengan menggunakan data dari studi ini, para ilmuwan mampu menghubungkan paparan lingkungan di awal masa dewasa dengan perkembangan klasifikasi arteri koroner (CAC) di kemudian hari. Klasifikasi arteri koroner merupakan penumpukan kalsium di dinding arteri jantung, yang merupakan penanda klinis penting dari penyakit jantung tahap awal.

Dengan menerapkan metode statistik canggih dan machine learning (pembelajaran mesin), tim peneliti dapat memisahkan pengaruh lingkungan dari faktor-faktor individual. Hasilnya menunjukkan kaitan yang nyata: mereka yang terpapar lingkungan dengan determinan sosial yang lebih buruk di usia dewasa awal memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengalami kalsifikasi arteri koroner di usia paruh baya atau lebih tua.

Salah satu temuan paling mencolok dari penelitian ini adalah bagaimana kondisi lingkungan di usia 20-an atau 30-an tahun dapat tertanam dalam tubuh hingga memengaruhi kondisi kesehatan di usia 50-an atau 60-an. Para peneliti menyebut ini bukan sekadar konsep abstrak, melainkan perubahan biologis yang terukur.

Mengapa lingkungan berpengaruh? Lingkungan yang ‘buruk’ atau penuh tantangan sering kali melibatkan stres kronis, keterbatasan akses ke makanan segar yang bergizi, polusi udara yang lebih tinggi, serta kurangnya ruang aman untuk aktivitas fisik.

Paparan berkelanjutan terhadap kondisi ini menciptakan beban alostatik, yaitu keausan pada tubuh yang terakumulasi akibat paparan stres kronis. Beban ini, jika dialami secara terus-menerus sejak muda, akhirnya ‘membayar harga’ berupa kerusakan sistem kardiovaskular.

Penelitian ini juga menyoroti aspek ketidakadilan sosial yang mendalam. Temuan menunjukkan bahwa kaitan antara lingkungan yang kurang mendukung dengan risiko penyakit jantung ternyata lebih kuat pada partisipan berkulit hitam dibandingkan partisipan berkulit putih. Hal ini menegaskan bahwa faktor sosial dan lingkungan tidak berdampak merata pada semua populasi.

Sejarah segregasi perumahan, perbedaan alokasi sumber daya antarkomunitas, dan ketimpangan sistemik lainnya menciptakan lingkungan yang jauh lebih berat bagi populasi tertentu, yang kemudian termanifestasi sebagai risiko kesehatan fisik yang lebih tinggi.

Lingkungan Tempat Tinggal Berpengaruh pada Risiko Penyakit Jantung

Untuk memahami mengapa faktor lingkungan seperti kebisingan, kurangnya fasilitas olahraga, atau akses terbatas ke makanan sehat dapat berujung pada kalsifikasi arteri, maka perlu pemahaman tentang mekanisme stres kronis. Ketika seseorang hidup di lingkungan yang tidak aman atau tidak kondusif, tubuh secara terus-menerus berada dalam kondisi waspada atau tertekan.

Stres yang persisten memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin secara berlebihan. Dalam jangka pendek, ini adalah respons pertahanan tubuh. Namun, dalam jangka panjang, kadar hormon stres yang tinggi ini menyebabkan inflamasi sistemik dalam tubuh. Inflamasi inilah yang menjadi pemicu utama kerusakan pada lapisan dalam arteri (endotelium). Endotelium yang rusak memudahkan penumpukan plak kalsium, yang nantinya menyempitkan jalan darah ke jantung.

Penelitian ini menjadi pengingat yang kuat bahwa kesehatan jantung merupakan cerminan dari dunia tempat seseorang hidup. Lingkungan saat muda memiliki peranan langsung pada kesehatan di kemudian hari.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

BACA JUGA: Tiga Tahun Alun-Alun Kediri Mangkrak, Mahasiswa Tagih Komitmen Wali Kota dan artikel lainnya di rubrik BACA

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: kesehatanpenelitianpenyakit jantung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi seseorang berada di lingkungan perkotaan dengan polusi udara yang dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung menurut penelitian terbaru

Penelitian: Lingkungan Tempat Tinggal Pengaruhi Risiko Penyakit Jantung

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Foto: DLHK Aceh

KPK Tolak Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli, Perkara Sudah Tahap Penyidikan

Bangunan alun-alun Kota Kediri yang mangkrak. Foto: bacaini/HTW

Tiga Tahun Alun-Alun Kediri Mangkrak, Mahasiswa Tagih Komitmen Wali Kota

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In