Poin Penting:
- Dua petani di Desa Kaliwungu, Binangun, Blitar, mengalami luka bakar setelah terperosok limbah blothong panas.
- Giyanto dan Mariyani menjalani perawatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dan menjalani operasi debridement.
- Limbah tersebut diduga berasal dari pengolahan PG PT RMI, sementara pihak perusahaan belum memberikan keterangan.
Bacaini.ID, BLITAR – Dua petani di Kabupaten Blitar Jawa Timur mengalami luka bakar setelah terperosok limbah blothong panas. Limbah berwarna hitam keabu-abuan tersebut diduga berasal dari pengolahan Pabrik Gula PT Rejoso Manis Indo (PT RMI) Blitar.
Insiden tersebut terjadi di ladang tebu di wilayah Desa Kaliwungu, Kecamatan Binangun Rabu 30 September 2026. Saat ini 2 petani Blitar bernama Giyanto (42) dan Mariyani (56) itu, tengah menjalani perawatan medis di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.
Dituturkan oleh Agus Adityawati, adik korban Mariyani, yang pertama kali terperosok di dalam limbah panas RMI tersebut adalah Giyanto. Limbah berwarna hitam keabu-abuan tersebut tidak disangka masih bersuhu tinggi. Giyanto seketika teriak kesakitan dan sejumlah warga berdatangan.
“Dia mau ke ladang dan melewati lahan tebu yang ada limbah RMI nya,” tutur Agus Adityawati kepada wartawan Kamis (30/9/2026).
Lokasi insiden terperosok limbah blothong panas di Desa Kalwungu ini diketahui berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi pabrik gula PT RMI. Selama ini tidak sedikit warga meminta limbah blothong ke pihak pabrik gula untuk urug lahan dan pupuk tanaman.
Sementara salah satu dari beberapa warga yang bergegas mendatangi lokasi kejadian adalah Mariyani. Namun saat hendak menolong Giyanto, ia juga terperosok blothong panas. Mariyani mengalami luka bakar mulai dari perut hingga kaki. Kondisinya lebih parah ketimbang Giyanto.
Kedua korban oleh warga langsung dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Melihat luka bakar yang diderita, dokter merekomendasikan untuk dirujuk ke RS Syaiful Anwar Malang. Namun hingga kini keduanya masih menjalani perawatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.
“Kakak saya mau dirujuk, tapi dari Syaiful Anwar belum ada kamar,” terang Agus Adityawati.
Sementara keterangan yang disampaikan Sofi, staf humas RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, kedua korban yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) mengalami luka melepuh pada bagian tubuh. Luka Giyanto sekitar 20 persen, dan Mariyani lebih parah.
Kedua korban menjalani operasi debridement atau pengangkatan jaringan kulit yang mati dan rusak untuk membersihkan luka sekaligus agar cepat pulih (sembuh). Sofi juga mengatakan kondisi korban berangsur membaik. “Kondisi kedua pasien stabil dan sudah membaik,” terangnya.
Sementara itu pihak pabrik gula PT RMI belum bisa dikonfirmasi terkait peristiwa yang terjadi. (sa/edt)




