• Login
Bacaini.id
Tuesday, May 5, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Legenda Macan Jadi-jadian di Pesisir Jember

ditulis oleh
5 May 2022 11:52
Durasi baca: 2 menit

Bacaini.id, JEMBER – Selama bertahun-tahun warga Desa Gadungan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember hidup damai di kawasan pesisir laut selatan. Mereka percaya jika kondisi tersebut tak lepas dari campur tangan leluhur bernama Mbah Gadungan.

Berada 10 kilometer dari Pantai Puger, Desa Gadungan masih terlihat asri dengan kebun dan pohon Jati. Tak nampak toko modern ataupun tempat perbelanjaan selain warung kecil yang berdiri di teras rumah. Jalanan kampung juga lengang dengan aktivitas penduduk yang sebagian besar bercocok tanam dan merawat ternak.

Meski nuansa pedesaan terasa kental, namun kebersihan kampung ini patut diacungi jempol. Kesadaran warga untuk merawat lingkungan sangat bagus dengan penampakan halaman rumah yang rapi.

“Ya begini kalau hidup di desa, tenang karena tidak ada pusat perbelanjaan. Kalau ingin belanja keluar kampung, deket kok,” kata Slamet, 49 tahun, warga Desa Gadungan kepada Bacaini.id, Rabu, 4 Mei 2022.

Tatanan seperti itu, menurut Slamet, sudah diturunkan sejak turun temurun. Mereka diminta menjaga lingkungan dan menghormati leluhur yang melindungi desa sampai sekarang, yakni Mbah Gadungan.

Tak sekedar mitos, keberadaan Mbah Gadungan yang dipercaya sebagai pendiri kampung bisa dilihat sampai sekarang. Sebuah makam yang dikeramatkan di sudut desa menjadi tempat peristirahatan Mbah Gadungan. Makam itu tak pernah sepi dari para peziarah.

“Makam Mbah Gadungan selalu didatangi warga yang berziarah. Tempatnya juga dibangun bagus sebagai leluhur kampung sini,” kata Slamet.

Warga seusia Slamet tidak pernah mengenal Mbah Gadungan secara langsung. Namun cerita tentang Mbah Gadungan yang berjuang membuka hutan hingga menjadi perkampungan terus hidup sampai sekarang.

Menurut orang tua Slamet, Mbah Gadungan tak sekedar babat alas. Tetapi juga melindungi desa itu hingga kini. Dia dikenal memiliki kemampuan kanuragan yang tinggi dan sakti.

Kesaktian itu pernah ditunjukkan saat melindungi warga dari agresi penjajah Belanda. Kala itu tentara Belanda menyisir Desa Gadungan untuk membantai penduduk. Namun saat memasuki desa, mereka justru kebingungan karena tak mendapati satupun penduduk atau rumah warga.

“Padahal tentara itu lewat di depan perkampungan. Yang mereka lihat hanya hutan belantara. Mata mereka sudah ditutup oleh Mbah Gadungan,” cerita Slamet.

Warga juga percaya jika Mbah Gadungan masih melindungi mereka dari mara bahaya. Caranya dengan menampakkan diri untuk memberi peringatan kepada warga akan datangnya bahaya.

Wujudnya bukan berupa manusia, tetapi harimau atau macan. Macan itu akan muncul dan menampakkan diri kepada penduduk sebagai pertanda akan datangnya petaka.

Kemampuan untuk merubah wujud menjadi macan inilah yang membuatnya dijuluki makhluk jadi-jadian atau gadungan.

Penulis: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: cerita rakyatgadunganJemberpuger
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Bikin Kaget, Pengalaman Ibu Muda Disetubuhi Genderuwo - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi kekerasan kepada anak. Foto: istimewa

Tips Memilih Daycare yang Aman untuk Anak

Ilustrasi suasana Kediri di malam hari.

Kediri, Kopi dan Malam yang Tak Lagi Sepi

Dua warga Kediri pasangan suami istri siri pelaku pembuat konten porno.

Pasutri Menjual Konten Porno: Ironi Digitalisasi dan Tekanan Ekonomi di Kediri

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In