• Login
Bacaini.id
Tuesday, May 5, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pasutri Menjual Konten Porno: Ironi Digitalisasi dan Tekanan Ekonomi di Kediri

Perbuatan itu dilakukan tanpa rasa malu, seolah privasi bukan lagi ruang sakral, melainkan komoditas yang bisa dipertontonkan demi imbalan uang. Kasus ini membuka mata bagaimana digitalisasi dan tekanan ekonomi dapat mendorong perilaku ekstrem di masyarakat.

ditulis oleh Redaksi
5 May 2026 17:10
Durasi baca: 3 menit
Dua warga Kediri pasangan suami istri siri pelaku pembuat konten porno.

Dua warga Kediri pasangan suami istri siri pelaku pembuat konten porno.

Bacaini.ID, KEDIRI – Kepolisian Satreskrim Polres Kediri Kota mengungkap kasus pembuatan dan penyebaran video pornografi yang diduga dilakukan oleh sepasang pelaku di wilayah Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Kasus ini terungkap setelah beredarnya sebuah video asusila yang viral dan diduga dibuat di sebuah rumah kos di kawasan tersebut. Dari hasil pemeriksaan terhadap pemilik kos, diketahui bahwa pemeran dalam video tersebut memang merupakan penyewa kamar di tempat miliknya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, keduanya mengakui bahwa video tersebut benar diperankan oleh mereka dan dibuat pada Februari 2026 di kamar kos yang sama.

Kasat reskrim polres kediri kota AKP Achmad Elyasarif mengungkapkan bahwa video tersebut sengaja diproduksi untuk diperjualbelikan melalui aplikasi telegram. Pelaku mengaku tergabung dalam sebuah grup yang berisi ratusan anggota yang dapat mengakses konten pornografi secara bebas.

Dalam grup tersebut, pelaku menawarkan video asusila dengan harga Rp.250.000 per video. Mereka juga menerima pesanan khusus sesuai permintaan pelanggan terkait gaya dan penampilan dalam adegan.

Dari pengakuan pelaku, setidaknya dua video telah berhasil dijual dengan total pembayaran Rp.500.000. Uang hasil penjualan tersebut digunakan untuk membayar cicilan sepeda motor serta memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama pasangannya.

Normalisasi Perilaku Menyimpang

Di era digital, batas antara ruang privat dan publik semakin kabur. Media sosial dan platform berbagi konten memberi peluang bagi siapa saja untuk menyiarkan kehidupan pribadi, bahkan yang paling intim. Dalam kasus pasangan siri di Kediri, dorongan ekonomi menjadi alasan utama: menjual konten seksual dianggap jalan pintas untuk mendapatkan penghasilan cepat.

Dari perspektif psikologi sosial, fenomena ini menunjukkan adanya normalisasi perilaku menyimpang. Rasa malu yang biasanya menjadi kontrol internal melemah ketika ada insentif finansial. Digitalisasi memperkuat dorongan eksibisionisme: keinginan untuk dilihat, diakui, dan dihargai, meski dengan cara yang melanggar norma.

Tekanan ekonomi juga berperan besar. Di tengah keterbatasan lapangan kerja dan biaya hidup yang terus meningkat, sebagian orang mencari cara instan untuk bertahan. Ketika pilihan ekonomi terbatas, perilaku ekstrem seperti menjual konten seksual bisa dianggap “rasional” oleh pelaku, meski berisiko hukum dan sosial.

Dalam teori psikologi sosial, terdapat empat hal yang terjadi pada kasus itu:

  • Eksibisionisme digital, yakni dorongan untuk memperlihatkan diri di ruang publik menemukan wadah baru di platform daring.
  • Tekanan ekonomi,dimana kebutuhan finansial mendesak dapat menggeser nilai moral dan norma sosial.
  • Stigma sosial. Meski pelaku merasa bebas, masyarakat tetap mengecam keras, menunjukkan jurang antara perilaku individu dan norma kolektif.
  • Komodifikasi tubuh, yakni privasi berubah menjadi barang dagangan, memperlihatkan bagaimana digitalisasi bisa mengubah relasi manusia dengan dirinya sendiri.

Ketika tekanan ekonomi bertemu dengan peluang digitalisasi, perilaku ekstrem bisa muncul, menantang norma sosial dan memicu perdebatan publik. Kediri kini menjadi panggung kecil dari drama besar: bagaimana masyarakat menghadapi ironi modernitas, di mana privasi dijual, moralitas diuji, dan digitalisasi membuka jalan bagi perilaku yang dulu dianggap tabu.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: konten pornografipasutripolresta kedirivideo asusila
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi kekerasan kepada anak. Foto: istimewa

Tips Memilih Daycare yang Aman untuk Anak

Ilustrasi suasana Kediri di malam hari.

Kediri, Kopi dan Malam yang Tak Lagi Sepi

Dua warga Kediri pasangan suami istri siri pelaku pembuat konten porno.

Pasutri Menjual Konten Porno: Ironi Digitalisasi dan Tekanan Ekonomi di Kediri

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In