Poin Penting:
- Kusuma Judi Leksono berpeluang menggantikan Sarmuji sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jatim VI setelah Sarmuji menjadi Menteri Perindustrian.
- Kusuma memperoleh 34.623 suara pada Pileg 2024, berada setelah Sarmuji dan Heru Tjahjono dalam perolehan suara Partai Golkar di dapil tersebut.
- Sarmuji menyebut Kusuma Judi Leksono sebagai calon penggantinya, sementara proses PAW tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Bacaini.ID, KEDIRI – Kusuma Judi Leksono berpeluang menggantikan M Sarmuji sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur VI (Kediri, Blitar dan Tulungagung) setelah Sarmuji dilantik sebagai Menteri Perindustrian (Menperin). Kusuma yang merupakan kakak ipar eks Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto meraih 34.623 suara pada Pileg 2024.
Di internal Partai Golkar pada Pileg 2024, Kusuma Judi Leksono pengganti Sarmuji itu diketahui bersaing dengan Heru Tjahjono yang memperoleh 90.569 suara. Heru merupakan mantan Bupati Tulungagung sekaligus mantan Sekda Provinsi Jawa Timur. Sementara suara terbesar diraih M. Sarmuji yang memperoleh dukungan 183.045 suara.
Menperin Sarmuji dalam keterangannya kepada awak media mengatakan penggantinya di Dapil Jatim VI adalah Kusuma Judi Leksono. Sesuai ketentuan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan PKPU Nomor 3 Tahun 2025, pengganti anggota DPR (PAW) berasal dari partai politik dan dapil yang sama berdasarkan perolehan suara terbanyak berikutnya.
“Insyallah perolehan suara berikutnya adalah Pak Kusuma (Kusuma Judi Leksono),” kata Menperin Sarmuji menjawab wartawan Jumat (2/10/2026).
Berlatar belakang pengusaha, Kusuma Judi Leksono merupakan kakak ipar Airlangga Hartarto, eks Ketum Partai Golkar yang saat ini menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia. Selama masa kampanye Pileg 2024, Kusuma Judi Leksono di Jatim VI dikenal aktif menyapa warga Blitar, Kediri dan Tulungagung.
Seperti diketahui, di dapil Jatim VI DPR RI, Partai Golkar memiliki dua kursi. Begitu juga dengan PDI Perjuangan dan PKB masing-masing memiliki dua kursi. Sedangkan Partai Gerindra, PAN dan Nasdem masing-masing memiliki satu kursi. (sa/edt)




